Monday, December 20, 2004

Transportasi Jakarta

Pola Tranportasi Makro :

Solusi Untuk Mengatasi Permasalahan Transportasi Jakarta Adalah:

"PROGRAM PENGEMBANGAN POLA TRANSPORTASI MAKRO (PTM)"

(Perda No. 12 Th. 2003 Tentang : "Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, Kereta Api, Sungai Danau Serta Penyeberangan Di Propinsi Dki Jakarta")
&
(Sk. Gub. Dki Jakarta No. 84 Tahun 2004 Tentang : "Penetapan Pola Transportasi Makro Di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Yang Mengintegrasikan 4 Sistem Transportasi Umum, yaitu :

1. Bus Priority (Busway)

Busway ini beroperasi di koridor pertama pada tanggal 15 Januari 2004 dengan nama TransJakarta pada koridor Blok M – Kota dengan panjang lintasan 12,9 km. Sampai dengan 2010 akan dikembangkan hingga 15 Koridor (Total 159 km). Pada tahun 2005, koridor 2 dan 3 akan dioperasikan dengan rute Pulogadung-Harmoni dan Harmoni-Kalideres.

2. LRT (Light Rail Transit)

LRT ini adalah Angkutan umum yang berbasis rel dimana salah satu jenisnya adalah Monorel yang akan segera dinikmati oleh masyarakat Jakarta .

3. MRT (Mass Rail Transit)

MRT ini adalah Angkutan umum yang berbasis rel dengan kapasitas sangat tinggi dimana pengembangannya sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat.

4. Angkutan Sungai

Akan memanfaatkan dan menghubungkan Banjir Kanal Barat dan Timur.


BRT (Bus Rapid Transit)

APA ITU BUS RAPID TRANSIT (BRT) ?

Bus Rapid Transit (BRT) yaitu Angkuran Massal yang berbasis pada jalan
dimana memanfaatkan jalur - jalur khusus.

Karakteristik BRT

  • Jalur khusus bus
  • Naik dan turun penumpang yang cepat pada tempat tertentu yang telah ditentukan
  • Sistem penarikan ongkos sebelum berangkat yang efektif dan efisien
  • Halte yang nyaman
  • Bis yang nyaman
  • Adanya integritas dengan Moda Transportasi lainnya

POLA TRANSPORTASI MAKRO PROPINSI DKI JAKARTA



KARAKTERISTIK & KONSEP PENGEMBANGAN KORIDOR



- Titik Pemberhentian: 41 titik

  • Terminal Akhir: 2 buah
  • Terminal Utama Perpindahan Penumpang: 1 buah
  • Titik Transfer Dengan Moda KA: 5 buah (Senen, Gambir -1, Gambir - 2, Juanda, dan Pesing)

- Panjang Lintasan Total 33 km:

  • Koridor II: Pulogadung – Harmoni (14,3 km)
  • Koridor III: Kalideres – Harmoni (18,7 km)

Pengembangan Koridor 2

Koridor 2 (Pulogadung – Harmoni)

Rute yang dilewati :

Berangkat:
Pulo gadung – Perintis Kemerdekaan – Let Jend Suprapto – Keramat Bundar – Senen raya – Kwini – Abdurrahman Saleh – Pejambon – Medan Merdeka Timur – Perwira – Katedral – Veteran – Gajahmada (Harmoni)

Kembali :
Gajahmada (Harmony) – Hayam Wuruk – Majapahit – Medan Merdeka Barat – Medan Merdeka Selatan – Ikhwan Ridwan Rais – Prapatan – Kramat Bundar – Let Jend Suprapto – Perintis Kemerdekaan – Pulogadung


Pengembangan Koridor 3

Koridor 3 (Harmoni– Kalideres)

Rute yang dilewati :

Berangkat:
Daan Mogot – Kyai Tapa – KH Ashari – Gajahmada – Hayam Wuruk – Juanda – Pos – Gedung Kesenian – Lapangan Banteng Utara – Katedral – Veteran

Kembali :
Gajahmada(Harmony) – Hasyim Ashari – Kyai Tapa – Daan Mogot – Kalideres


Jakarta itu……
  • Kota terpolusi ketiga di dunia setelah Mexico City dan Bangkok (Badan Lingkungan Hidup Dunia/UNEP)
  • Tercemar oleh asap kendaraan bermotor dengan kontribusi 67% dari total polusi udara Jakarta. (UNEP)
  • Mengalami kurang lebih Rp 12 trilyun kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh kemacetan, pemborosan bahan bakar dan kerugian waktu.

Kondisi transportasi Jakarta saat ini ?

  • Perkembangan jumlah kendaraan bermotor terus meningkat (saat ini berjumlah sekitar 5,4 juta, rata-rata meningkat 7% per tahun).
  • Setiap harinya tidak kurang dari 669 kendaraan mengajukan STNK baru yang memerlukan jalan sepanjang 828 m.
  • Terdapat 600.000 kendaraan (1,2 juta orang) dari BODETABEK masuk Jakarta setiap hari.
  • Jumlah kendaraan bermotor yang bergerak setiap harinya mencapai 4,95 juta (kendaraan roda dua 53%, mobil pribadi 30%, bis 7%, dan truk 10%).
  • Rasio jumlah kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum adalah 98% dibanding 2%. Rasio penggunaan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum adalah 49,7% dibanding 50,3% dari total 17 juta perjalanan
  • Kemampuan menambah ruas jalan semakin sulit dibandingkan penambahan kendaraan (panjang jalan hanya bertambah kurang dari 1%, penambahan kendaraan rata-rata 11% per tahun)
  • 85% ruang jalan yang ada digunakan oleh kendaraan pribadi yang sebenarnya hanya melayani 9,7% perjalanan (mobil).
  • Kondisi angkutan umum sangat memprihatinkan dan dari tahun ke tahun jumlahnya semakin berkurang

0 Comments:

Post a Comment

<< Home