Friday, August 27, 2004

Para Pencari TUHAN


Sejarah umat manusia sesungguhnya tidak pernah sunyi dari para pencari Tuhan. Dengan dorongan sifat fitri keimanan (religiositas), umat manusia melakukan pencarian demi pencarian Tuhan Yang Sebenarnya. Bagi sebagian orang, agama {Islam} memang menjadi jawaban. Namun demikian, sejak ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun silam, jauh sebelum agama-agama formal (diluar Islam) muncul ke permukaan , dunia telah diramaikan oleh para filosof yang selalu terlibat dalam diskursus ketuhanan (teologi); bahkan dalam wacana tentang asal-usul alam semesta (ontologi) dan ilmu pengetahuan (epistemologi).


Terungkapnya liku-liku perjalanan para filosof maupun ilmuwan, baik dari Barat maupun di Timur (Islam), baik zaman klasik maupun modern, dalam upaya mencari Tuhan. Sebagian besar dari mereka benar-benar menemukan "Tuhan". Akan tetapi, sebagian lainnya terlena dalam "igauan" yang tak jelas ketika mencoba memaksakan diri untuk menjangkau esensi Tuhan yang sesungguhnya. Mereka terlalu jauh mengembara di belantara metafinisme, sehingga tak sedikit yang masuk ke dalam perangkap skeptisisme, atau bahkan ateisme. Dalam konteks Islam, sikap ini tentu saja kontra-produktif, sekaligus kontradiktif, dengan semangat Al -Qur'an yang selalu memerintahkan manusia untuk memikirkan hal-hal yang inderawi dan rasional ketika berbicara tentang eksistensi, bukan esensi, Tuhan sebagai Pencipta {Al-Haliq}.

Namun demikian, kontribusi filsafat dan sains dalam mengantarkan keimanan kepada Tuhan bukannya tidak ada. Mereka setidaknya berkeyakinan bahwa, dalam batas-batas tertentu, filsafat dan sains bisa mendukung berbagai bukti kebenaran eksistensi dan kekuasaan Tuhan yang telah banyak diungkap oleh Al-Qur'an.


...Filosofer...

Syaikh Nadim Al-Jisr

0 Comments:

Post a Comment

<< Home