Sunday, August 29, 2004

.......... My Life ..........


Mudah-mudahan, Allah memakmurkan tempatku bermain semasa aku anak-anak, dan membahagiakan kampungku di kala aku masih remaja. Alangkah bahagia hatiku, dan juga alangkah sedihnya, ketika aku bisa kembali ke tempat ini, setelah mengembara untuk kusaksikan sendiri dengan pandangan mata yang telah melemah. Negeri itu membangkitkan gelombang nostalgia di dalam jiwaku yang bercampur rasa bahagia, rindu, kecewa, gelisah, susah, risau, menggumpal, terasa mengasyikkan untuk meratapi diriku, dan juga meratapi mereka yang telah mendahuluiku, serta mereka yang tidak lama lagi akan kutinggalkan.

Di terminal ahkhir dari perjalanan usiaku, terbayang di depan mataku suatu kehidupan yang sangat berharga dan bahagia, namun juga kehidupan yang sia-sia dan menyedihkan. Bayang-bayang kesementaraan membangkitkan ketakutan pada diriku. Aku merasakan lebih banyak daripada waktu-waktu yang telah lewat bersama rasa butuhku terhadap keabadian, sebagaimana perlunya berpikir tentang keimanan kepada Zat Yang Maha Abadi; Zat Yang telah menjanjikan kepada kita suatu kehidupan lain, yang sekiranya tidak ada, tentulah kehidupan kita di dunia ini sia-sia belaka.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home