Wednesday, May 31, 2006

Tata Surya

Tata Surya


Tata Surya (bahasa Inggris: solar system) terdiri dari sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang yang mengelilinginya. Objek-objek tersebut termasuk sembilan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, meteor, asteroid, komet, dan satelit alami. Tata Surya dipercaya terbentuk semenjak 4.600 juta tahun yang lalu, merupakan hasil penggumpalan gas dan debu di angkasa yang membentuk matahari dan kemudian planet-planet yang mengelilinginya kecuali planet Pluto.

Tata Surya terletak di tepi galaksi Bima Sakti dengan jarak sekitar 2.6 x 10^17 Km dari pusat galaksi. Tata Surya mengeliligi pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220Km/detik, dan dibutuhkan waktu sekitar 250 Juta tahun untuk untuk sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan umur tata Surya yang sekitar 4.6 Milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi pusat galaksi sebanyak 18 kali dari semenjak terbentuk.

Tata Surya dikekalkan oleh pengaruh gaya gravitasi matahari dan sistem yang setara tata surya, yang mempunyai garis pusat setahun kecepatan cahaya, ditandai adanya taburan komet yang disebut awan Oort. Selain itu juga terdapat awan Oort berbentuk piring di bagian dalam tata surya yang dikenali sebagai awan Oort dalam.

Disebabkan oleh orbit planet yang membujur, jarak dan kedudukan planet berbanding kedudukan matahari berubah mengikut kedudukan planet di orbit.

Daftar planet dan jarak rata-rata planet dengan matahari dalam tata surya adalah seperti berikut :

57,9 juta kilometer ke Merkurius
108,2 juta kilometer ke Venus
149,6 juta kilometer ke Bumi
227,9 juta kilometer ke Mars
778,3 juta kilometer ke Jupiter
1.427,0 juta kilometer ke Saturnus
2.871,0 juta kilometer ke Uranus
4.497,0 juta kilometer ke Neptunus
5.913,5 juta kilometer ke Pluto

Terdapat juga planet ke 10 yang belum secara resmi diakui dengan sandi nama Xena dan memiliki bulan yang untuk saat ini diberi sandi nama Grabiel Terdapat juga lingkaran asteroid yang kebanyakan mengelilingi matahari di antara orbit Mars dan Jupiter.

Karena rotasinya terhadap sumbu masing-masing, garis khatulistiwa menjadi lingkar terpanjang yang terdapat di setiap planet dan bintang.


Pranala luar

Diambil dari Wikipedia / Ensiklopedia Bebas.

Tuesday, October 25, 2005

Microsoft Akan Keluarkan 'Surat Sakti' Anti Sweeping!


akarta, Presdir PT Microsoft Indonesia Tony Chen mengatakan akan membuatkan 'surat sakti' anti sweeping seusai menandatangai nota kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Perusahaan Retail Indonesia (APRINDO). MoU itu berupa kesepahaman akan pemakaian software asli Microsoft dikalangan APRINDO.

"Dalam waktu dekat ini, kita akan buat semacam 'surat sakti' anti sweeping buat klien besar kami yang fully comply customers," ujar Tony Chen di Hotel Crowne Plaza menjawab kekhawatiran para pengusaha retail yang hadir pada penandatangan itu.

Tony mengatakan salah satu contoh kliennya yang sudah fully comply customers antara lain Hero Supermarket dan Hypermart. Sedangkan maksud fully comply customers sendiri ialah perusahaan klien Microsoft yang semua komputernya sudah terlisensi produk Microsoft.

"Nanti 'surat sakti' itu akan ditaruh di meja depan resepsionis," kata Tony. "Jadi kalau polisi datang, mereka nggak perlu lagi periksa ke dalam untuk melakukan sweeping komputer satu per satu," jelasnya.

Menurut Direktur Small and Midmarket Solutions and Partner Groups Microsoft Indonesia, Megawaty Khie, 'surat sakti' itu kemungkinan akan diterbitkan Microsoft Indonesia dalam waktu dekat ini.

"Mudah-mudahan bisa keluar tahun 2005 ini. Kita masih sedang membicarakan hal itu dengan tim legal departemen di Singapura," ujarnya kepada detikinet.

Untuk menetapkan bahwa sang perusahaan klien Microsoft layak mendapatkan 'surat sakti' itu, menurutnya, nantinya diperlukan pengesahan oleh auditor independen.

"Harus yang independen untuk mengaudit perusahaan secara objektif. Hal itu juga demi meyakinkan agar pihak polisi percaya dan tidak men-sweeping," jelasnya memberi alasan.

Chairman APRINDO Handaka Santasa meminta Microsoft untuk segera mencari jalan keluar untuk masalah itu. Itu dikarenakan pihaknya merasa sudah mengeluarkan uang banyak untuk membeli lisensi Microsoft. Handaka juga meminta Microsoft untuk mensubsidi lisensi itu karena minimnya jaminan hukum yang diberikan dan masih menggunakan kurs dolar dalam transaksi pembelian lisensi itu.

Menurut Handaka, APRINDO merupakan asosiasi yang beranggotakan 72 perusahaan retail yang memiliki 4.200 cabang di kota-kota besar di Indonesia. Kegiatan bisnis anggotanya beragam, mulai dari mini market, supermarket, hypermarket, department store, apotek, toko bangunan, koperasi.

Penandatangan itu ditegaskan Handaka hanya sebagai bentuk penerapan UU HaKI no. 19/2002, demi mendapatkan perlindungan hukum karena telah menggunakan software legal.

Tegaskan Tidak Terlibat Sweeping

Tony Chen secara tegas menolak tuduhan bahwa pihak Microsoft Indonesia 'main mata' dengan aparat kepolisian perihal sweeping.

"Isu itu sudah merebak sejak masalah warnet yang sudah berlisensi legal tapi masih kena sweeping juga. Itu membuktikan kalau kita tidak terlibat sama sekali," klaim Tony. "Selama ini polisi tidak pernah cek ke kami apabila ingin melakukan sweeping," tambahnya.

Megawaty juga mengatakan hal yang sama. "Mereka (aparat kepolisian-red) sebenarnya tidak pandang bulu dalam men-sweeping demi penegakan HaKI (Hak Atas Karya Intelectual-red)," kata Megawaty.

Dalam acara ini, Microsoft didesak oleh para pengusaha retail itu untuk membuat kepastian hukum agar mereka bisa merasa tenang dalam berbisnis. Salah satu perwakilan retailer dari Ramayana, dalam acara itu, juga sempat mengeluhkan bahwa perusahaannya pernah mengalami masalah dengan aparat kepolisian saat di-sweeping.

"Staf TI (teknologi informasi) kami sampai harus bolak-balik ke kantor polisi dan di-BAP-kan (Berita Acara Perkara) layaknya pencuri," keluhnya.

Menanggapi hal itu, dan untuk ke depannya, Tony menjanjikan akan memberikan bantuan kepada konsumennya. "Kami akan beri re-active support. Kami biasanya di kasus seperti ini dimintai pertolongan menjadi saksi ahli untuk memberikan keterangan," paparnya.

Tidak Ada Software Bekas, Hanya PC Bekas

Selama acara ini berlangsung, pihak Microsoft dihujani pertanyaan yang bertubi-tubi mengenai berbagai hal yang menyangkut kepentingan bisnis para pengusaha retail tersebut. Salah satu pengusaha itu menanyakan, "Apakah software Microsoft bisa dijual kembali sebagai software bekas layaknya pengadaan PC (komputer) bekas impor yang didukung oleh Microsoft?"

Mendengar pertanyaan itu, Tony Chen pun menjawab dengan diplomatis. "Komputer bekas hanya untuk sektor pendidikan saja. Berhubung menurut lembaga survei IDC enam bulan lalu, penetrasi PC di Indonesia hanya sebesar dua persen saja. Itu sama saja dengan satu PC di Pulau Jawa diperebutkan 847 anak. Sedangkan di luar Pulau Jawa, angka itu lebih menyedihkan, satu PC diperebutkan oleh 1.900 anak," paparnya menjelaskan.

"Kita bukan ingin mengimpor sampah. PC bekas itu hanya untuk menunjang program PIL dan CTLC kami saja. Lagipula komputer bekas itu harus yang masih layak pakai," tegas Tony. "Buat orang-orang di pedesaan yang belum pernah memakai bahkan melihat komputer, hal itu sangat membantu mereka dan membuat terharu," jelasnya.

Partner in Learning (PIL) dan Community Based Training and Learning Center (CTLC) itu merupakan inisiatif global Microsoft. Program PIL bermaksud untuk membantu masyarakat dalam sektor pendidikan. Sedangkan CTLC lebih ditujukan untuk menjembatani kesenjangan digital. Saat ini yang menjadi fokus Microsoft untuk program CTLC itu yakni kalangan petani. Program itu juga diklaim Tony sejalan dengan program Community Access Point (CAP) dari Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).(rou)

Friday, March 25, 2005

Mengenal Kesadaran Batin (I) Syeikh Javad Nurbakhsyi

Apabila jiwa manusia telah mencapai kesempurnaan pada tingkat perkembangan ruh, maka jiwa akan sampai pada tingkat perkembangan kesadaran batin (sirr), yang merupakan tempat dari pandangan kontemplatif (syuhud). Sebagai tingkatan yang lebih tinggi daripada ruh, kesadaran batin adalah akal malaikat yang sakral, terletak di kegaiban Ilahiah yang telah memberikan amanah kepada ruh. Penyingkapan (kasyf) sifat sifat Ketuhanan yang mengalir kepada kesadaran. batin dari alam Haqiqat Allah dirasakan oleh ruh. Inilah tempat realitas realitas spiritual (ma'na) dari pengetahuan Allah. Objek apa pun yang terlihat oleh kesadaran batin itu adalah tersembunyi bagi ruh dan hati, karena objek tersebut adalah pengetahuan Allah yang tak terlihat, yang secara langsung menyentuh kesadaran batin tanpa sepengetahuan ruh. Kesadaran batin lebih halus daripada ruh, lebih mulia daripada hati. Para Sufi berkata, Kesadaran batin adalah tempat dari cahaya penyaksian (musyahadah).

Kesadaran batin adalah kesadaran terhadap rahasia yang disembunyikan oleh Allah, yang Allah sendiri senantiasa melindunginya. Kesadaran batin wali wali Allah menjadi penjaga rahasia rahasia Allah, yang Allah menyebutnya Alam Kegaiban, yaitu yang tersembunyi bahkan dari pandangan batiniah sekalipun,dan hanya terlihat oleh anda dengan kesadaran batin.

Para Sufi mengatakan, "Kesadaran batin mampu melihat penyingkapan Sifat sifat Allah dalam bentuk cahaya."

Apabila mereka yang menyaksikan Allah menikmati pandangan kontemplatif (syuhud)terhadap Allah melalui wujud spiritual yang telah disucikan, yang diambilkan dari wujud fenomenal, maka dia menjadi sumber rahasia rahasia Nama, Sifat, Sikap dan Esensi Allah. Dalam kestabilan, dalam hikmah, dalam keteguhan beribadah, dan dengan perasaan Ketuhanan, Allah berbicara kepadanya tentang pengetahuan pengetahuan azali dan abadi yang terdapat dalam Esensi Nya. Dalam keadaan ini, rahasia rahasia Alam Kegaiban akan terlihat olehnya, kemudian pandangan dari kesadaran batinnya semakin tinggi oleh karena pengaruh cahaya rahasia Allah (sirr). Dia memandang rahasia Allah melalui Allah dan dari Allah ke rahasia Allah.

Rahasia Allah berkata dengan lidah Allah. Kemudian ia melewati kesadaran batin menuju ke kesadaran batin yang terdalam (sirr al asrar) sebagaimana Yang telah disebutkan dalam Al Qur'an ketika Allah berkata melalui Rasulullah dengan lidah jasmani kesadaran batin dan lidah batiniahnya, seraya berkata, "Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya dia mengetahui yang rahasia dan yang lebih tersembunyi.". Kesadaran batin terdalam adalah bentuk paling akhir dari kesadaran batin.

Karena itu, Rasulullah menggambarkan para pemimpin Haqiqat (naqaba) dan wali pengganti (abdal) sebagai tempat berlindung rahasia-rahasia Allah.

Beberapa syeikh telah mengatakan bahwa kesadaran batin dapat merasakan apa yang tidak dapat dirasakan kesadaran nafs.

Telah diceritakan bahwa Yusuf ibnu Husain berkata, "Hati manusia adalah jari jari dari kesadaran batin." Beliau juga mengatakan, "Jika hatiku mempelajari apa yang terjadi dalam kesadaran batinku, aku akan menangis dan mengeluarkan air mata." Dikatakan bahwa kesadaran batin adalah bagian dari rahasia Allah karena. ia hanya terlihat oleh Allah sendiri, sedangkan apa yang masih terlihat oleh makhluk bukanlah kesadaran batin.

Telah diceritakan bahwa Husain ibn Mansur al Hallaj berkata, "Kesadaran batinku tidak tersentuh oleh siapa pun, dan tak dapat dilihat oleh pikiran siapa pun."

Kaum Sufi berkata, "Perbuatan Allah melibatkan rahasia (sirr) yang terlihat oleh orang-orang yang bijak. Rahasia-rahasia ini merupakan hikmah azali dalam wujud eksistensi fenomenal. Allah memiliki rahasia rahasia dalam Sifat-sifat Nya, yang terlihat oleh para Sufi, ini semua adalah realitas (ma'na) spiritual dari Nama-nama Allah yang mengandung ketentuan dari Kekekalan Allah. Allah juga memiliki rahasia di dalam esensi Nya, ini merupakan cahaya realitas yang hanya diperlihatkan kepada para pe'nganut ajaran Keesaan Tuhan (tawhid) yang paling mulia.

Kesadaran batin adalah tingkatan dan batasan yang secara khusus diberikan pada suatu entitas tertentu pada saat mengalami Penyatuan dengan Allah. Hal ini disebutkan dalam Al Qur'an: "Dan sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya "Jadilah", maka jadilah ia." (XVI: 40).

Telah dikatakan bahwa hanya Allah yang mengetahui, mencintai dan mencari Allah, karena sebenarnya kesadaran batinlah yang mencari, mencintai dan mengetahui Allah.

Sebagaimana. Rasulullah telah mengatakan, "Aku telah mengenal Tuhanku melalui Tuhanku."

Kesadaran batin dikatakan sebagai suatu materi dari Kegaiban, yang tersembunyi dari akal.

Untuk mengenal kesadaran batin. Seseorang harus menembus

Partikular menuju Yang Universal.

Salah satu aliran Sufi beranggapan bahwa kesadaran batin merupakan kesadaran terhadap rahasia spiritual (musyahadah), sebagaimana ruh merupakan rahasia kebaikan cinta, dan hati sebagai rahasia hikmah Kelompok Sufi.

Yang lain berpendapat bahwa kesadaran batin bukanlah. salah satu dari esensi-esensi utama (a'yan al tsabitah) melainkan sebuah realitas spiritual (ma'na), yang berarti bahwa kesadaran batin merupakan suatu rahasia di antara seseorang dengan Allah, yang orang lain tidak mengetahui.

Mereka mengatakan bahwa antara seseorang yang saleh dan Allah terdapat suatu kegaiban. batin dan kegaiban batin terdalam yang disebut akhfa sebagaimana yang disebutkan dalam Al Qur'an: "Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi." (XX: 7). Kesadaran batin adalah rahasia yang hanya Allah dan orang orang yang saleh menyadarinya, sedangkan kesadaran batin yang terdalam hanya Allah sendiri yang menyadarinya. Bahkan orang orang saleh sekalipun tidak menyadarinya.

Berkenaan dengan aliran yang pertama, yang menganggap bahwa kesadaran batin merupakan suatu entitas dalam dirinya sendiri, beberapa orang berpendapat bahwa tingkat kesadaran batin ini lebih tinggi daripada ruh dan hati, sedangkan beberapa orang yang lain berpendapat bahwa kesadaran batin ini lebih tinggi daripada hati, namun lebih rendah daripada ruh. Syihabud Din 'Umar Suhrawardi percaya bahwa kesadaran batin bukanlah suatu entitas yang terpisah dari hati dan ruh, dan mengatakan bahwa argumen dari aliran Yang menganggap kesadaran batin lebih tinggi daripada ruh maksudnya adalah bahwa, setelah ruh benar benar terbebas dari ikatan hati dan nafs, dia memiliki karakter yang berbeda. Mereka beranggapan bahwa ruh telah menjadi entitas lain Yang lebih tinggi daripada ruh itu sendiri. Mereka tidak menyadari bahwa ia merupakan ruh yang sama tetapi dibentuk oleh sifat sifat Yang berbeda. Alasan dari kesalahpengertian orang orang yang menyatakan kesadaran batin lebih rendah dari ruh, dan lebih tinggi daripada hati, terletak pada kenyataan bahwa hati memiliki karakter yang berbeda beda dalam tahap tahap akhir keadaannya sewaktu ia benar benar terbebas dari pengendalian nafs, terlepas dari perlekatan desakan nafs dan godaan-godaan setan.

Monday, February 07, 2005

Kajian Fatur Robbany Serie

Kajian Fathur Robbany (1)

Mengikuti Majlis Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany
(Hari Ahad Pagi tanggal 3 Syawal tahun 545 H)
Menuju Kesalehan Qalbu

Berpaling dari Allah Azza wa Jalla ketika ketentuan TakdirNya turun, berarti pertanda matinya Agama, matinya Tauhid, matinya Tawakkal dan matinya ke-Ikhlasan. Sedangkan qalbu orang-orang mukmin tidak tahu, kenapa dan bagaimana sampai tidak tahu. Bahkan mengatakan, “Ya” (atas tindakan menyimpang itu, pen).
Nafsu itu, secara keseluruhan selalu kontra dan antagonis. Siapa yang ingin membaharui jiwanya, hendaknya ia memerangi nafsunya sehingga aman dari kejahatannya. Karena nafsu itu semuanya adalah buruk dalam keburukan. Bilamana anda telah memerangi, dan anda bisa tenang, maka seluruh jiwa anda akan meraih kebaikan dalam kebaikan. Sehingga anda selaras dalam seluruh kepatruhan kepada Allah dan meninggalkan seluruh kemaksiatan. Disinilah dikatakan dalam al-Qur’an:
“Wahai jiwa yang tenteram kembalilah kepada Tuhanmu dengan jiwa yang ridlo dan diridloi oleh Tuhan.”
Jiwa meraih keteguhan, dank arena itu telah sirna keburukannya. Jiwa tidak lagi bergantung pada makhluk mana pun. Benarlah jika hal ini dikaitkan dengan Nabiyullah Ibrahim as, dimana beliau telah keluar dari nafsunya dan abadi dengan tanpa hawa nafsu, sementara qalbunya tenteram, disaat itu berbagai ragam makhluk mendatanginya, menawarkan diri mereka masing-masing untuk membantunya. Lalu Ibrahim as, menegaskan, “Aku tidak ingin pertolongan kalian, karena KemahatahuanNya atas kondisiku sungguh telah cukup bagiku untuk permintaanku.” Maka ketika kepasrahan dan tawakkalnya benar, lalu, dikatakan pada api, “Jadilah dirimu dingin dan menyelamatkan pada Ibrahim.” Sebagai pertolongan dari Allah ta’ala Azza wa-Jalla bagi mereka yang sabar di dunia tanpa terhingga di dunia. Sedangkan kenikmatan di akhirat pun tanpa terhitung pula. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan ditunaikan pahalanya tanpa terhingga.”
Segala hal tidak akan pernah tersembunyi di Mata Allah, karena itulah hendaknya kalian bersabar bersama Allah sesaat saja, anda akan melihat hasilnya berupa kelembutan dan kenikmatan bertahun-tahun. Dan keberanian adalah sabar sesaat itu sendiri.
Allah bersama orang-orang yang sabar. Dengan pertolongan dan kebaikanNya, maka bersabarlah bersama Allah. Ingatlah selalu padaNya, dan jangan melupakanNya. Jangan sampai sampai anda baru sadar ketika maut sudah tiba, karena sadar pada saat setelah maut adalah tindakan sia-sia. Sadarlah sebelum anda menemuiNya. Sadarlah sebelum anda disadarkan oleh kejutan yang membuat anda menyesal, diwaktu sebuah penyesalan tidak ada artinya lagi. Perbaikilah hatimu, sebab jika hatimu baik seluruh dirimu dan perilakumu akan baik pula. Karena itu Nabi SAW bersabda, “Dalam diri manusia ada segumpal darah, manakala ia baik, akan baik seluruh tubuhnya, dan bila rusak, rusaklah perilaku jasadnya. Ingatlah, (Tidak lain) adalah Qalbu.”
Memperbaiki (mensalehkan) qalbu itu dengan ketaqwaan dan tawakkal pada Allah Ta’ala, mentauhidkanNya, dan ikhlas dalam beramal. Sebaliknya jika hal itu tidak dilakukan justru akan merusak qalbu. Qalbu ibarat burung yang terbang dalam sangkar, seperti mutiara dalam bejana, dan seperti harta dalam perbendaharaan. Ibarat ini memakai metafor burung bukan dengan sangkar, dengan mutiara, bukan dengan bejana, dengan harta, bukan dengan perbendaharaan.
Ya Allah, sibukkanlah tubuhku dalam kepatuhan padaMu, sibukkanlah hatiku dengan ma’rifatMu, dan sibukkanlah sepanjang hayatku dalam malam-malam dan siang. Kumpulkanlah kami dengan orang-orang dahulu yang shaleh, limpahilah kami rizki sebagaimana Engkau limpahi mereka, dan semoga Engkau terhadap kami, seperti Engkau terhadap mereka. Amin.
Wahai kaum sufi! Jadilah kalian hanya untuk Allah, sebagaimana kaum shaleh kepadaNya. Sehingga kalian meraih apa yang telah mereka raih. Bila kalian ingin agar Allah Ta’ala semata bagi kalian, maka sibukkanlah dengan ketaatan dan kesabaran bersamaNya, ridlo atas tindalakanNya, baik bagi diri kalian maupun orang lain. Kaum Sufi senantiasa senantiasa zuhud di dunia, dan mereka meraih bagian mereka dari dunia dengan tangan ketaqwaan dan kewara’an, kemudian meraih akhirat. Mereka beramal dengan amaliyah yang menjaga jiwa mereka dan mereka patuh kepada Tuhannya. Mereka menyadarkan jiwa mereka sendiri baru kemudian menyadarkan jiwa orang lain.
Anakku, nasihatilah dirimu baru nasihati orang lain. Anda harus lebih dulu memperhatikan diri anda, dan jangan keburu memperbaiki orang lain, karena masih banyak bongkahan jiwamu yang masih harus diperbaiki. Celaka, jika anda merasa lebih tahu orang lain, sedangkan anda buta, bagaimana anda menuntun orang lain? Orang yang menuntun orang lain pastilah orang yang melihat hatinya. Bahwa sesungguhnya yang bisa membersihkan jiwa mereka adalah orang yang telah menyelami lautan yang jernih dan terpuji. Orang yang bisa menunjukkan jalan menuju Allah Ta’ala adalah orang yang ma’rifat kepada Allah. Sedangkan orang yang bodoh terhadap Allah, bagaimana mereka bisa menunjukkan kepadaNya?
Tak ada kalam bagi anda dalam melaksanakan perintah Allah, anda mencintaiNya dan beramal kepadaNya, bukan untuk yang lainNya. Anda harus takut padaNya bukan selainNya. Dan semua itu adanya dalam hati, bukan dalam retorika ucapan. Semua itu tersembunyi, tidak dalam publikasi.
Manakala Tauhid adalah pintu rumah, dan syirik berada di dalam rumah, itulah munafiq yang sesungguhnya. Sungguh sial anda, ucapan anda penuh dengan retorikan ketaqwaan, sednagkan hati anda penuh dengan kecurangan. Ucapan anda berterimakasih kepadaNya, sedangkan hati anda menentangNya. Allah Ta’ala berfirman:
“Dan mereka tidak diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan, demi keopatuhan pada agama.”
Tinggalkanlah sekutu anda dengan makhluk, dan manunggalkanlah diri anda dengan Allah Ta’ala. Karena Dialah Pencipta segalanya, semuanya. Dan di TanganNya-lah segala ini berada. Wahai para petualang dunia yang memburu selain DiriNya, apakah anda tidak berfikir, adakah sesuatu yang diluar gengaman perbendaharaan Allah ta’ala? “Dan tak ada sesuatu pun kecuali bagi kami perbendaharaanNya.”
Wahai muridku, jika anda ingin selamat dalam genggaman takdir, hendaknya anda bersandar pada kesabaran, mengikat pada keselarasan aturan Ilahi, ibadah sembari menunggu jalan keluar. Jika demikian anda telah meraih kebenaran dari Sang Kuasa Takdir, melaui Fadlal dan anugerahNya, lebih dari kebajikan yang anda buru dan anda harapkan.
Wahai kaum Sufi. Selaraskanlah diri kalian dengan ketentuan takdir. Dan terimalah dari Abdul Qadir yang terus berjuang dalam berselaras dengan Qadar. Keselarasanku dengan ketentuan Takdir telah melangkahkan diriku kepada Sang Kuasa.
Muridku, kemarilah. Tunduklah kepada Allah Ta’ala, terhadap takdir dan tindakanNya, dan seluruh tubuh kita harus berpijak pada keselarasan takdir, lalu kita meniti jalan dengan kendaraan takdir itu. Karena takdir itu adalah utusan dari Sang Raja, dan kita memuliakannya karena siapa yang mengutusnya. Jika kita bebruat demikian, kita senantiasa bersanding kepada Al-Qadir (Sang Kuasa Takdir).
Anda dipersilakan meminum dari lautan ilmunya, memakan dari sajian keutamaannya, bergembira bersama dengan kemesraan Ilahiyahnya dan berselubung dalam kasih sayangnya. Mereka (para wali itu) adalah tokoh-tokoh Ilahi dari berbagai golongan dan kelompok.
Wahai para murid, hendaknya engkau bertaqwa, berpijak pada aturan syariah, kontra terhadap kepentingan nafsu, hawa nafsu, syetan dan pecundang-pecundang keburukan. Orang mukmin senantiasa perang melawan semua itu, bahkan tegak kepalanya, tidak menyarungkan senjatanya, tidak melepaskan pedal di atas kuda-kudanya. Mereka tidur karena lelap (bukan menikmati tidur), dan mereka makan dari laparnya ucapan mereka. Bahwa mereka berkata, karena kehendak Ilahi untuk berbuat demikian, dan kata-kata mereka menggerakkan dunia, sebagaimana tubuh-tubuh kita berkata esok di hari kiamat, bicara kepada Allah, seakan-akan mereka berkata seperti benda-benda padat ini semua berkata. Manakala Allah menghendaki mereka, Allah menyiapkan mereka untuk tabligh kepada sesama dengan peringatan dan kabar gembira dengan hujah-hujah yang meyakinkan. Maka demikianlah Allah menggerakkan lisan para Nabi dan Rasul, lalu ketika Allah Ta’ala mewafatkan, maka para pewarisnya dari para Ulama yang mengamalkan ilmunya, mewarisi kata-kata itu demi kebajikan makhluk, sekaligus sebagai pewarisnya.
“Para Ulama adalah pewaris para Nabi”.
Wahai kaum Sufi, bersyukurlah kamu kepada Allah Ta’ala atas nikmat-nikmatNya, lihatlah betapa nikmat itu melimpah dari Allah Ta’ala. “Apa yang datang padamu dari nikmat itu sungguh dari Allah.”
Manakah syukur anda itu, wahai orang-orang yang berselingkuh dari nikmatNya? Wahai orang yang memandang nikmatNya tetapi menganggap datang dari selain DiriNya? Terkadang kalian melihat nikmat itu dari Allah, terkadang bukan dari Allah, dan anda menunggu sesuatu yang bukan dari Allah? Terkadang pula anda meminta pertolongan lewat nikmat itu, demi kepentingan hawa kemaksiatan anda?
Wahai muridku, anda sangat membutuhkn kewara’an dalam khalwat anda, yang bisa mencerabutnya dari kemaksiatan anda dan dosa-dosa anda. Anda membutuhkan muroqobah yang mengingatkan anda akan Pandangan Allah Ta’ala kepada anda. Anda sangat membutuhkan semua itu dalam khalwat-khalwat anda, lalu kebutuhan untuk memerangi hawa nafsu anda dan syetan-syetan. Karena runtuhnya kebesaran manusia oleh kesalahannya. Runtuhnya ahli zuhud dengan syahwat- kesenangannya. Runtuhnya para wali Abdal karena pikiran dan bisikan imajinatif dalam khalwatnya. Runtuhnya para Shiddiqin dalam kejapan-kejapan hati (pada selainNya).
Mereka disibukkan memelihara hati mereka, karena mereka tidur di pintu Allah. Mereka tegak berdiri di panggung dakwah, mengajak makhluk untuk ma’rifat kepada Allah Ta’ala. Mereka terus menerus memanggil hati sembari mengumandangkan, “Wahai masyarakat qalbu, wahai para ruh, wahai manusia, wahai Jin, wahai penempuh jalan Ilahi, kemarilah-kemarilah….menuju Pintu Sang Raja. Bergegaslah kepadaNya dengan telapak kaki hatimu, dengan pijakan ketaqwaan dan tauhidmu, dengan ma’rifat dan wara’mu yang luhur, dengan zuhud di dunia dan di akhirat, zuhud dari segala hal selain Allah. Itulah kesibukan sufi, cita-citanya adalah menata kebajiakn makhluk, hasratnya membubung langit dan bumi, dari Arasy sampai bintang Tata surya.
Wahai muridku, tinggalkan nafsumu dan hawanya. Jadilah kalian ini sebagai tanah yang diinjak oleh para Sufi, menjadi debu-debu yang menempel di tangan mereka. Allah berfirman, “Allah mengeluarkan kehidupan dari kematian, dan mengeluarkan kematian dari kehidupan.” Allah mengeluarkan Ibrahim as, dari kedua orangtuanya yang mati dalam kekafiran. Orang mukmin itu hidup, dan orang kafir itu mati. Orang bertauhid itu hidup. Orang musyrik itu mati. Karena itu Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Yang pertama kali mati dari mahlukku adalah Iblis”. Karena Iblis yang pertama maksiat kepadaKu, lalu ia mati dengan maksiat itu.
Inilah akhir zaman. Pasar kemunafikan telah muncul, mall kedustaan telah bertebaran, karena itu janganlah anda bersanding duduk dengan para munafiqin, pendusta, dan Dajjalin. Sungguh celaka anda jika jiwa anda diselubungi kemunafikan, kedustaan, kekafiran, kelacutan dan kemusyrikan. Bagaimana anda bisa bersanding dengan itu semua?
Karena itu jauhilah dan jangan berselaras dengan kendali apalagi bergabung. Penjarakan semua kebusukan itu, sesuai dengan wataknya. Tekanlah semua itu dengan perjuangan jiwa. Sedangkan hawa nafsu, hendaklah kalian setir, jangan sampai engkau lepas. Sedikit engkau lepas engkau akan dikendalikannya.
Anda juga jangan memanjakan seleramu, karena selera alami itu seperti anak kecil yang belum memiliki kepandaian. Bagaimana anda belajar pada anak kecil yang kurang ilmu dan anda menerimanya?
Sementara syetan adalah musuhmu dan musuh bapakmu Nabi Adam as. Bagaimana anda bisa tenteram dengan syetan, anda menerimanya, sedangkan antara diri anda dengan syetan ada dendam mendarah daging, dan permusuhan primordial. Karena itu anda tidak bisa main dengan syetan, sebab syetan telah membunuh ayah bundamu. Jika anda tenteram bersama syetan anda akan dibunuh, sebagaimana syetan membunuh keduanya. Karena itu jadikan Taqwa sebagai pedangmu, Tauhidullah Azza wa Jalla, Muraqabah, Khalwat, Shidq, mohon pertolongan Allah, semua sebagai bala tentaramu. Itulah senjata, dan itulah pasukan dimana kamu harus mengusirnya, menyerangnya, memporakporandakan pasukan syetan itu. Bagaimana anda tidak mengusirnya, sedangkan Allah bersama anda?
Jadikan kehidupan dunia dan akhirat dalam satu wadah, lalu bersimpuhlah kepada Tuhanmu dengan ketelanjangan hatimu, tanpa dunia dan tanpa akhirat. Janganlah anda terima di ruang hatimu apa pun selain Allah, jangan pula kamu mengikat hatimu dengan kemakhlukan. Putuskan semua sebab akibat, dan lepaskan semuanya. Jika anda sudah bisa mandiri di sana, maka dunia ini anda jadikan untuk nafsumu, akhirat untuk hatimu, Allah untuk Sirrmu (hakikat rahasia dirimu).
Wahai sahabat. Jangan sampai anda bersama nafsu anda, bersama kesenangan nafsunya, jangan bersama dunia, juga jangan bersama akhirat. Jangan. Janganlah bersama semua, melainkan hanya bersama Allah Azza wa Jalla. Anda jika demikian, benar-benar sampai pada Kemahabendaharaan Ilahi yang abadi, dan pada saat yang sama, hidayah datang dari Allah, dimana tak ada lagi kegelapan setelah itu semua.
Taubatlah anda dari dosa anda, bergegaslah menuju Tuhan anda. Jika kamu taubat, taubatlah dengan lahir dan batin anda. Karena taubat itu adalah jantung kedaulatan.
Lepaskan baju-baju maksiatmu dengan taubat yang murni dan rasa malu kepada Allah secara hakiki. Bukan dengan kesemuan dan kepura-puraan.
Itulah amaliyah qalbu setelah penyucian badan dengan amaliyah syariat. Lahiriyah punya amaliyah, batiniyah juga punya amaliyah. Qalbu, manakala telah keluar dari dari aturan sebab akibat (duniawi) dan lepas dari ikatan dengan makhluk, maka Qalbu akan mengarungi lautan tawakkal, lautan ma’rifat kepada Allah, dam lautan IlmuNya bersamaNya. Qalbu akan meningggalkan sebab akibat duniawi, dan menuju Sang Pencipta sebab akibat. “Dialah yang menciptakan diriku dan memberi hidayah padaku.”
Allah menunjukkan dari satu benua ke benua lain. Dari satu tempat ke tempat lain, sampai berhenti di benua kemandirian yang istiqomah.
Manakala disebut Tuhannya, langsung memancarlah ekspressinya, dan terbukalah tirai-tirai, karena qalbu penempuh hanya menuju kepada Allah Ta’ala, menembus jarak dan meninggalkan semuanya di belakangnya.
Apabila dalam perjalannan ada ketakutan dan kekawatiran akan kehancuran, tiba-tiba muncul imannya, lalu membuatnya jadi berani, lalu reduplah api ketakutan dan kekawatiran. Lalu bergantu dengan cahaya kegembiraan, kebahagiaan dan kesenangan melalui taqarrubnya.
Wahai muridku. Jikalau telah tiba penyakit, maka hadirlah dengan kesabaran, tenanglah, sampai obatnya tiba. Jika obatnya ada di tangan anda, terimalah dengan tangan kesyukuran. Jika anda bisa demikian, anda hidup dalam kehidupan masa depan. Ketakutan itu datangnya dari api yang memotong nurani kaum beriman, membuat raut muka menguning, membuat hati jadi gelisah. Jika terjadi demikian dari kaum beriman, Allah menumpahkan air Kasih sayangNya dan kelembutanNya, lalu Allah membukakan pintu akhirat, sampai mereka melihat tempat tenteramnya.
Manakala mereka tenteram dan tenang, serta riang jiwanya sejenak, Allah membukakan pintu keagunganNya. Kemudian Allah menghadapkan hati dan sirr mereka pada Kebesaran itu, yang membuat mereka sangat ketakutan dibanding yang pertama, tiba-tiba Allah membukakan pintu KemahaindahanNya, lantas mereka tenang, tenteram dan bangkit mendaki derajat-derajat keluhuran, satu demi satu.
Wahai sahabatku. Jangan sampai cita rasamu hanyalah memenuhi hasrat makan dan minum, pakaian dan perkawinan, kesenangan dan apa yang anda kumpulkan. Sebab semua itu hanayalah citarasa nafsu dan watak. Lalu manakah citarasa qalbu dan sirrmu? Citarasanya adalah menuju Allah Tala.
Citarasamu adalah citasa yang lebih penting dari sekadarnya, yaitu Allah, Tuhanmu dan apa yang ada di sisiNya. Dunia ini hanya sebagai pengganti belaka, yang sesungguhnya adalah kahirat. Makhluk semua adalah kesemuan, yang hakiki adalah Khaliq. Ketika anda meninggalkan kepentingan dunia, maka anda akan meraih gantinya, kenikmatan akhirat. Ukurlah usia anda di dunia ini, untuk sebuah persiapan besar menyongsong akhirat, karena anda akan menerima datangnya Malaikat maut.
Dunia adalah tempat dapur para Sufi. Akhirat adalah pestanya. Jika datang kecemburuan Allah, maka segeralah beralih, menuju maqam akhirat, lalu tidak lagi butuh dunia dan tidak lagi butuh akhirat.
Wahai para pendusta! Anda mencintai Allah ketika mendapatkan nikmat, tetapi ketika mendapatkan bencana, anda telah lari dari Allah, seakan-akan anda putus cinta dengan allah. Seorang hamba diukur dengan ujian, manakala anda tetap teguh bersama Allah dalam musibah bencana, berarti anda memang mencintai Allah. Jika anda berubah, sungguh anda ini dusta.
Seorang laki-laki datang kepada rasulullah SAW, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintaimu.” Rasulullah saw, menjawab, “Siapkan dirimu dengan kefakiran sebagai pakaianmu.”
Laki-laki lain datang kepada Nabi SAW, “Aku mencintai Allah Azza wa-Jalla.” Nabi saw, menjawab, “Ambillah bencana sebagai pakaian.”
Mencintai allah dan mencintai rasulullah saw, senantiasa disertai dengan kefakiran kepada Allah dan ujian. Karena itu sebagian orang saleh berkata, “Setiap bencana disertai pertanda agar tidak mudah klaim pengakuan. Sebab jika tidak demikian, semua orang bisa mengklaim mencintai Allah Ta’ala. Lalu bencana dan kefakiran sebagai pengokoh atas cinta ini.”
Tuhan, berikanlah kami kebajikan di dunia, dan kebajikan di akhirat. Lindungilah kami dari azab neraka.

Kajian Fathur Robbany (2)

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani
Bukalah Pintu-pintu Allah

Kontramu dengan Allah swt, akan mengusirmu dan menghilangkan dirimu dari Allah. Kembalilah dirimu dari sikap kontramu sebelum engkau dihantam, dihinakan dan dinistakan oleh ular-ular bencana dan kalajengking cobaan. Betapa pedihnya rasa cobaan, apalagi jika engkau terpedaya. Karena itu anda jangan bergembira dengan apa karena apa yang ada di tangan anda pasti sirna. Allah Ta’ala berfirman:
“Sehingga ketika mereka bergembira atas apa yang mereka dapatkan, tiba-tiba Kami mengambil mereka seketika…” (Al-Qur’an)
Meraih anugerah keuntungan dari Allah Ta’ala harus ditempuh dengan kesabaran. Karena itu Allah menguatkan berkali-kali tentang sabar itu. Kefakiran (rasa butuh kepada Allah) dan kesabaran tidak akan pernah bertemu kecuali bagi kewajiban orang beriman.
Sedangkan para pecinta yang senantiasa mendapat cobaan, lalu mereka menjadi sabar, terlimpahi ilham untuk berbuat kebaikan beriringan dengan cobaan dan ujiannya, senantiasa bersabar atas sesuatu yang yang baru terjadi dari Allah Ta’ala.
Kalau bukan karena kesabaran, anda semua tidak akan pernah bertemu denganku. Aku telah membuat jebakan untuk memburu burung, dari satu malam ke malam berikutnya, yang membuatku terus terjaga dan membuatku sunyi dari orang ketika di siang hari dengan mata yang terpejam. Seorang lelaki yang terikat oleh jaring-jaring jebakan, dan itu pun dilakukan demi kemaslahatan anda semua, sementara anda semua tidak mengerti.
Kalau bukan demi berselaras dengan Allah ta’ala, bagaimana mungkin orang berakal mau bergaul dengan penduduk negeri yang telah dibutakan hatinya oleh riya’, kemunafikan dan kezaliman, bercampurbaurnya syubhat dan keharaman? Betapa banyak nikmat-nikmat Allah telah dikufuri, sementara terjadi kolusi luarbiasa untuk menciptakan kefasikan dan penyimpangan. Betapa banyak orang lumpuh di rumahnya sendiri, orang zindiq dalam kedai minumnya, orang jujur di atas kursinya. Kalau bukan karena sebuah aturan, niscaya aku bicara tentang hal-hal yang ada di rumah-rumah kalian. Namun bagiku ada fondasi yang harus kubangun. Aku punya anak-anak yang butuh pendidikan. Seandainya tersingkap sebagian apa yang ada dalam diriku, itu bisa menjadi penyebab berpisahnya diriku dengan diri kalian semua, lalu terlempar dalam jejak-jejak yang menghancurkan.
Karena itu tutuplah pintu-pintu kemakhlukan (dari hatimu) dan bukalah pintu-pintu antara dirimu dengan Allah. Akuilah dosa-dosamu, mohonlah maaf kepadaNya atas keteledoranmu selama ini. Yakinlah, bahwa sesungguhnya tidak ada yang bisa membahayakan, memberikan manfaat, yang memberikan anugerah, tidak ada yang bisa mencegah, kecuali Allah Ta’ala semata. Dengan demikian, kebutaan mata hatimu akan sirna, lalu mata hati terbuka bergerak, hingga membuka mata kepalamu. (Bersambung...)

Kajian Fathur Robbani (3)

Wahai anak-anakku…. Persoalan sesungguhnya bukan memakai pakaian kumal atau pun makanan kasar. Persoalan sesungguhnya adalah kezuhudan dalam hatimu. Awal mula yang dipakai oleh shiddiqun adalah pakaian wol dalam hatinya, lalu terefleksi kesederhanaan itu dalam lahiriyahnya. Ia memakai pakaian itu dalam rahasia batinnya, lalu dalam hatinya, kemudian untuk menutup nafsunya, lalu fisiknya. Ketika secara keseluruhan dirinya menggunakan pakaian sederhana, maka tibalah tangan-tangan lembut dan kinasih serta tangan anugerah, sampai akhirnya berubah drastis dalam tragedi ini. Ia copot baju hitamnya dan diganti dengan baju kegembiraan pesta, ia ganti penderitaan dengan kenikmatan, ia ganti dendam dengan keceriaan, ia rubah ketakutan dengan rasa aman, ia rubah rasa jauh menuju rasa dekat, rasa fakir menuju rasa cukup.
Wahai anak-anakku, raihlah bagian dengan tangan zuhud, bukan dengan tangan ambisi pribadi. Orang yang makan dengan menangis, berbeda dengan orang yang makan dengan tertawa. Makanlah bagian itu, dan hatimu bersama Allah Ta’ala. Anda akan selamat dari keburukannya. Jika engkau makan dari resep dokter atau ahli kesehatan tentu itu lebih baik daripada anda makan sendiri, tanpa anda tahu asal usulnya makanan itu, sehingga, menyebabkan hatimu keras jauh dari amanah, sementara anda benar-benar kehilangan rahmat. Hilang pula amanah syariah di sisimu, karena kalian telah meninggalkan dan mengkhianatinya. Sungguh celaka, jika amanah kalian sia-siakan.
Jagalah mahkotamu itu bersama Tuhanmu Azza wa Jalla. Waspadalah atas ancamanNya, karena siksaNya begitu dahsyat. Siksa itu bisa merebut rasa amanmu, rasa sehat afiatmu, foya-foya dan sukacitamu. Taatlah kepadaNya, karena Dia adalah Tuhan langit dan bumi. Jagalah nikmatNya dengan syukur. Terimalah perintah dan laranganNya dengan patuh dan taat. Terimalah kesukaran dariNya dengan kesabaranmu, dan terimalah dengan syukurmu atas kemudahanNya.
Karena demikian adalah perilaku pendahulumu, dari para Nabi, para Rasul dan orang-orang yang saleh, yang senantiasa bersyukur atas nikmat dan bersabar atas cobaan. Tegaslah terhadap kemaksiatan. Terimalah ketaaatan. Jagalah aturanNya, dan ketika datang kemudahan bersyukurlah. Sebaliknya jika yang datang kesukaran bertobatlah dari dosa-dosamu, lalu debatlah, lawanlah hawa nafsumu. Karena Allah tak pernah menzalimi
Maka dari itu ingatlah maut dan resiko sesudah maut. Ingatlah Tuhan Yang maha agung dan Luhur, hisab dan pengawasanNya padamu.Bangunlah, sampai kapan kamu semua tidur terlelap, sampai kapan kamu terlempar dalam kebodohan dan keluar masuk dalam kebatilan? Bergelimang dengan nafsu, hawa, dan kebiasan-kebiasaan. Kenapa? Kenapa tidak mendidiknya demi ibadah kepada Allah dan mengikuti aturan hukumNya. Padahal ibadah itu meninggalkan kebiasan-kebiasaan nafsu, kenapa tidak mendidik dirimu dengan adab Qur’an dan sunnah?
Anak-anak muridku…..Jangan bergaul dengan banyak orang disertai kebutaan hati, ketololan disertai kealpaan dan kelelapan. Bergaulah dengan mereka, dengan matahati, ilmu dan keterjagaan jiwa. Jika anda temukan hal yang terpuji dari mereka, ikutilah, dan jika ada yang menyeretmu pada keburukan, jauhilah dan tolak. Engkau berada dalam alpa total, alpa dari Allah Azza wa Jall. Makanya, anda harus bangkit, disiplin dengan masjid, memperbanyhak sholawat kepada Nabi SAW.
Nabi saw, bersabda:
“Seandainya neraka turun dari langit, tak ada yang selamat kecuali ahli masjid.”
Jika kalian semua menunaikan sholat, totalkan sholatmu hanya kepada Allah Ta’ala, dan karena itu Rasulullah saw, bersabda, “Yang paling dekat bagi hamba pada Tuhannya, apabila hamba sedang bersujud.”
Duh.. celaka kalian. Kenapa kalian sering membuat ulah dan mencari-cari keringanan? Orang yang mencari-cari takwil demi seleranya sesungguhnya terpedaya. Padahal jika kita merengkuh ‘azimah (pr insip), dan kita bergantung pada Ijma’, sementara amal kita ikhlas, maka kita pun akan bersih bersama Allah Ta’ala. Lalu bagaimana bisa terjadi jika anda malah merekayasa azimah, mencari jalan kemudahan nafsu, lalu para pemegang teguh azimah sirna?
Inilah zaman rukhsoh, bukan zaman ‘azimah. Inilah zaman riya’ dan kemunafikan, dimana harta didapat dengan cara tidak benar. Betapa banyak orang yang sholat, puasa, zakat, haji, dan berbuat baik untuk makhluk, bukan untuk Khaliq. Dan mayoritas yang memenuhi alam semesta ini adalah demi kepentingan sesama makhluk, bukan demi Khaliq. Kalian semua telah mati jiwa, menghidupkan nafsu dan hawa nafsu untuk dunia.
Padahal hidupnya hati ketika keluar dari kepentingan makhluk dan teguh bersama Allah Azza wa Jalla.
Hidupnya hati dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah azza wa Jalla. Hidupnya hati dengan sabar atas Qodlo, Qodar dan ujianNya.
Wahai anak muridku…Serahkan dirimu kepadaNya dalam soal kepastianNya. Bangunlah bersamaNya dalam soal itu. Perkara itu butuh fondasi, lalu butuh bangunan, dan dawamkan setiap waktu, siang dan malammu. Karena itu, waspadalah. Tafakkurlah dalam masalah hatimu.
Jika engkau melihat kebajikan, bersyukurlah. Jika engkau melihat keburukan bertobatlah. Dengan tafakkur ini agamamu akan hidup dan matilah syetanmu. Karena itu dikatakan, tafakkur sejam lebih baik dibanding bangun sepanjang malam.
Wahai ummat Muhammad, bersyukurlah kepada Allah Ta’ala yang telah menerima amalmu yang sedikit dengan menyandarkan kepada amal pendahulumu. Sebab kalian semua adalah yang terakhir di dunia, tetapi yang pertama di hari kiamat. Jika kalian benar, maka tak ada yang lebih benar menandingi kalian. Kalian semua adalah para pemuka dan pemimpin, sedangkan umat lain adalah rakyat. Tetapi jika sepanjang anda masih duduk di rumah nafsumu dan watakmu, sulit untuk menjadi benar. Jika sepanjang anda bangkit bersama makhluk dan terpaku terhadap apa yang ada di tangan mereka, dengan menarik mereka melalui riya’ dan kemunafikan anda, sungguh tetap tidak benar bagi anda. Sepanjang anda masih ambisi dunia, sepanjang hati anda masih bersiteguh pada selain Allah, tidak ada yang dibenarkan. Ya Allah berilah kami rizki, untuk senantiasa di sisiMu.
Tuhan, berikanlah kami kebajikan di dunia, dan kebajikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.

Kajian Fathur Robbani (4)

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani
Bukalah Pintu-pintu Allah

Wahai para fakir, janganlah kalian mengkhayal kaya, siapa tahu kekayaanmu bisa menyebabkan kehancuranmu. Wahai orang yang sakit janganlah mengkhayal akan kesembuhan, siapa tahu kesembuhanmu justru menjadi penyebab kerusakanmu. Jadilah kalian orang yang cerdas. Jagalah buahmu agar terpuji perkaramu. Terimalah kadar yang diberikan Allah dan janganlah berharap lebih. Sebab segala yang yang diberikan Allah Azza wa-jalla melalui permintaanmu bisa menjadi kotoran dan amarah. Kecuali jika sang hamba diperintahkan melalui hatinya agar meminta kepadaNya. Manakala hamba diperintahkan memohon ia akan mendapatkan berkah dan kotorannya dibuang.
Celaka anda, jika anda mengucapkan sebagai seorang Muslim, padahal hati anda tidak. Anda nyatakan diri sebagai muslim, tapi perbuatan anda tidak. Anda dalam khalwat anda menyatakan Muslim, toh kenyataan khalwat anda tidak.
Hendaknya permohonan anda lebih pada permohonan agar diberi ampunan, kesehatan, dan kemaafan Allah selamanya, baik dalam beragama, di dunia maupun di akhirat. Terimalah ini saja, anda sudah cukup.
Janganlah anda menginginkan di luar pilihan Allah swt, juga jangan anda terkena oleh keterpaksaan karena bisa membinasakan anda. Jangan pula memaksa Allah Ta’ala dan makhlukNya melalui sebab akibat dirimu, dengan kekuatanmu dan hartamu, karena itu bisa memukul balik diri anda. Sebab semua itu bisa diambil oleh Allah, dan jika Dia mengambilnya akan terasa menyakitkan diri anda.
Celaka anda, jika anda mengucapkan sebagai seorang Muslim, padahal hati anda tidak. Anda nyatakan diri sebagai muslim, tapi perbuatan anda tidak. Anda dalam khalwat anda menyatakan Muslim, toh kenyataan khalwat anda tidak.
Ketahuilah, ketika anda sholat, puasa, dan melakukan semua perbuatan anda yang baik, manakala tidak mengembalikan semua itu kepada Wajah Allah Ta’ala, sesungguhnya anda telah munafik dan jauh dari Allah Azza wa Jalla.
Sekarang ini, bertobatlah kepada Allah Azza wa-Jalla dari seluruh perbuatan dan ucapan anda dan tujuan-tujuan anda yang hina.
Kaum Sufi, sama sekali tidak menciptakan amalnya. Mereka adalah kaum yang bahagia, senantiasa yakin kepada Allah, menyatu, mukhlis dan bersabar atas cobaan-cobaan Allah Ta’ala. Senantiasa bersykur atas nikmat-nikmatNya
an kemurahanNya. Mereka berdzikir dengan lisannya, kemudian dengan qalbunya, lalu dengan Sirrnya. Manakala datang berbagai hidangan dari makhluk, mereka hanya tersenyum wajahnya. Karena raja-raja dunia sudah termakzulkan di mata mereka. Semua orang di muka bumi adalah mayat-mayat, orang-orang lumpuh dan orang-orang sakit. Para fakir syurga senantiasa bersandar padanya, seakan-akan mereka adalah pelindung. Neraka bersandar kepada mereka, lalu neraka termatikan apinya. Tidak bumi, tidak langit, langit dan bumi bukan tempatnya. Arah penjurunya hanya satu arah. Mereka dengan penghuni dunia, lalu mereka dengan penghuni akhirat, lalu mereka bersama dengan Tuhannya dunia dan akhirat.
Mereka bertemu Allah dan mencintaiNya. Mereka berjalan bersama Allah dengan jiwanya hingga wushul kepadaNya, sampai mereka meraih kasih sayangnya sebelum mereka bergegas jalan kepadaNya. Terbukalah pintu antara diri mereka dengan Allah. Allah mengingat mereka sepanjang mereka mengingatNya. Hingga dzikir mereka menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Mereka telah sirna dari yang lain, dan maujud bersama Allah Ta’ala. Dengarkan Allah Ta’ala berfirman:
“Ingatlah kepadaKu, Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan jangan ingkar padaKu.”
Lazimkan berdzikir kepadaNya dengan harapan hanya mengingatNya, karena Allah berfirman:
“Aku bermajlis dengan orang yang berdzikir kepadaKu.”
Hindarilah bermajlis dengan makhluk (walau pun anda di sana, red.), dan bersimpuhlah untuk dzikir kepadaNya, agar engkau bermajlis dengan Allah.
Wahai kaum Sufi, janganlah kalian sok gila, dan kalian menjadi gila. Ilmu ini tidak akan memberi manfaat kepadamu tanpa kamu mengamalkannya. Mereka sangat membutuhkan agar bisa mengamalkannya, dengan ketegasan yang hitam di atas yang putih, yaitu aturan Allah (lahir dan batin) yang anda mengamalkannya hari demi hari, tahun demi tahun sampai akhirnya berbuah.
Anak-anaku… Ilmumu memanggil-manggilmu… ”Akulah yang akan berargumen padamu manakala tidak engkau amalkan. Dan aku akan menjadi argumenmu jika engkau mengamalkanku…”
Rasulullah saw, bersabda, “Ilmu membisikkan pada amal, manakala ia menjawab. Jika tidak menjawab, ia akan segera pergi…”
Hilanglah barokah ilmu dan tinggal bencananya. Pergilah syafaat ilmu bagimu dari Tuhannya. Bahkan masuknya ilmu terputus dalam kebutuhanmu. Ia pergi, karena tinggal kulitnya ilmu saja. Sebab isi ilmu adalah amal.
Anda semua mengikuti Rasul saw, menjadi tidak sah, manakala anda tidak mengamalkan apa yang telah disabdakannya. Jika anda mengamalkan atas apa yang diperintahkan kepada anda, maka hati dan rahasia batin anda menghadap kepada Tuhannya. Ilmumu mengundangmu, tapi anda tidak mendengarkannya, karena kamu sudah tak punya hati lagi. Karena itu dengarkanlah panggilannya dengan telinga hati dan sirrmu. Terimalah ucapannya dan dengarkanlah engkau akan dapat manfaatnya. Ilmu dengan amal akan mendekatkan dirimu pada Yang Maha Ilmu yang menurunkan ilmuNya.

Kajian Fathur Robbany (5)

Jika engkau mengamalkan aturan ini, yang merupakan Ilmu awal, akan mengikuti pula Kenyataan Ilmu yang kedua, yang membuat terpancarnya dua sumber yang mengaliri hatimu berupa aturan dan ilmu lahir dan batin. Disinilah kalian harus membersihkan semua itu, dengan Zakat kepada sesama. Zakatnya ilmu adalah menyebarkan dan dakwah menuju kepada Allah Ta’ala.
“Sesunggunya orang-orang yang bersabar diberi balasan pahala tanpa terhingga.”
Karena itu makanlah dari hasil jerih payahmu, jangan makan dari hutangmu. Bekerjalah dan makanlah dari kerja itu, karena kerja orang beriman itu adalah tahapan bagi kaum shiddiqin, dan tak ada bagian dari kerja mereka kecuali diperuntukkan menolong kaum masakin dan fuqoro yang mengharapkannya. Itu berarti kalian menyampaikan rahmat kepada sesama, demi meraih Ridlo Allah Ta’ala dan cintaNya kepada mereka. Dengarkan apa yang diucapkan oleh Nabi SAW:
“Manusia itu adalah keluargaAllah Azza Wa-Jalla, dan manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling berguna bagi keluarganya.”
Para Wali-wali Allah itu senantiasa tidak memiliki kecenderungan hatinya kepada makhluk. Mereka seperti pekak, tuli dan buta. Manakala hatinya dekat dengan Allah Azza wa-Jalla mereka tidak mendengar siapa pun kecuali mendengar Allah, tidak melihat hatinya, kecuali melihat Allah. Ia berada dalam nuansa kedekatan dan terhapuskan oleh Kharisma Ilahi, dan terlimpahi cinta yang dahsyat kepada Sang Kekasih. Mereka berada diantara Jalal dan Jamal-Nya, tidak menengok ke kanan maupun ke kiri. Mereka hanya melihat ke depan, tanpa ke belakang. Manusia, Jin, Malaikat ingin membantunya, dan begitu juga semua makhluk, membantu dengan aturan dan ilmu. Mereka para Kekasih Allah itu mengkonsumsi Fadlalnya Allah dan meminum KemesraanNya. Dari konsumsi Fadlal itu mereka makan, dan dari minuman Kemesraan itu mereka menegaknya. Mereka mendengarkan ucapan-ucapan makhluk. Mereka di satu lembah dan makhluk itu di lembah lain. Mereka menyerukan makhluk itu atas perintah Allah Azza wa-Jalla, dan mencegah kemungkaran atas larangan Allah Ta’ala, sebagai ganti dari Nabi SAW. Merekalah pewaris yang hakiki. Karena mereka disibukkan mengembalikan makhuk ke Pintu Allah. Mereka berada dalam HujjahNya.
Mereka menempatkan segalanya pada porsi masing-masing dengan memberikan limpahan fadlal dari Allah. Mereka tidak mengambil hak-hak makhluk itu, bahkan juga tidak untuk menuruti kebutuhan dirinya dan alamiyah nya. Mereka hanya mencintai demi Allah, dan marah pun demi Allah. Semuanya hanya untuk Allah, bukan untuk lainNya.
Siapa pun yang bisa memenuhi ini, maka ia benar-benar telah sempurna pergaulannya, dan ia berhasil selamat dan bahagia. Lalu semua makhluk mencintai mereka, baik manusia, bumi langit, Jin dan Malaikat.
Wahai para penempuh yang menyertaiku, dan wahai yang menimba kondisi ruhaniku, sesungguhnya dalam kondisiku tidak ada makhluk, tidak ada dunia, dan tidak ada akhirat
Wahai orang munafik! Wahai pemberhala sesama makhluk! Wahai orang yang menyembah dunia, yang senantiasa lupa dengan Allah Ta’ala. Anda ingin mengandalkan apa yang ada di tangan anda? Sungguh anda tidak akan dapat kemuliaan dan kehebatan.
Serahkanlah dirimu dan bertaubatlah. Belajar dan amalkanlah ilmumu dengan ikhlas. Jika tidak, anda tidak akan dapat hidayah.
Sungguh antara aku dan kalian tidak ada permusuhan, hanya aku ingin menyampaikan yang benar, saya tidak ingin membelokkan anda dari agama Allah Ta’ala. Karena anda terdidik dari ucapan keras para masyayikh, ucapan asing dan aneh para Sufi. Jika ada ucapanku yang muncul, ambillah itu dari Allah Azza wa-Jalla, karena Allah-lah yang hakikatnya mengucapkanNya untukku. Jika kalian masuk kepadaku, masuklah dengan telanjang dari hawa nafsu anda. Sebab jika anda punya matahati sesungguhnya aku pun tampak telanjang. Tetapi karena bencana penyakit kefahaman menimpa anda.
Wahai para penempuh yang menyertaiku, dan wahai yang menimba kondisi ruhaniku, sesungguhnya dalam kondisiku tidak ada makhluk, tidak ada dunia, dan tidak ada akhirat. Namun siapa yang bertobat di hadapanku, menjadi muridku dan husnudzon padaku, mengamalkan apa yang aku nya. Mereka hanya mencintai demi Allah, dan marah pun demi Allah. Semuanya hanya untuk Allah, bukan untuk lainNya.
Siapa pun yang bisa memenuhi ini, maka ia benar-benar telah sempurna pergaulannya, dan ia berhasil selamat dan bahagia. Lalu semua makhluk mencintai mereka, baik manusia, bumi langit, Jin dan Malaikat.
Wahai orang munafik! Wahai pemberhala sesama makhluk! Wahai orang yang menyembah dunia, yang senantiasa lupa dengan Allah Ta’ala. Anda ingin mengandalkan apa yang ada di tangan anda? Sungguh anda tidak akan dapat kemuliaan dan kehebatan.
Serahkanlah dirimu dan bertaubatlah. Belajar dan amalkanlah ilmumu dengan ikhlas. Jika tidak, anda tidak akan dapat hidayah.
Sungguh antara aku dan kalian tidak ada permusuhan, hanya aku ingin menyampaikan yang benar, saya tidak ingin membelokkan anda dari agama Allah Ta’ala. Karena anda terdidik dari ucapan keras para masyayikh, ucapan asing dan aneh para Sufi. Jika ada ucapanku yang muncul, ambillah itu dari Allah Azza wa-Jalla, karena Allah-lah yang hakikatnya mengucapkanNya untukku. Jika kalian masuk kepadaku, masuklah dengan telanjang dari hawa nafsu anda. Sebab jika anda punya matahati sesungguhnya aku pun tampak telanjang. Tetapi karena bencana penyakit kefahaman menimpa anda.

Kajian Fathur Robbany (6)

Wahai para penempuh yang menyertaiku, dan wahai yang menimba kondisi ruhaniku, sesungguhnya dalam kondisiku tidak ada makhluk, tidak ada dunia, dan tidak ada akhirat. Namun siapa yang bertobat di hadapanku, menjadi muridku dan husnudzon padaku, mengamalkan apa yang aku ucapkan ini, Insya Allah Azza wa Jalla akan mendidik kalian.
Para Nabi itu dididik oleh Allah Azza wa-Jalla dengan KalamNya, sedangkan para Auliya dididik dengan IlhamNya dalam Qalbu. Karena mereka adalah para pewaris wasiat Nabi dan khalifah-khalifah serta generasinya. Allah berkata, dan berkata kepada Musa As, Allah yang bicara kepada Musa, bukan makhluk yang bicara. Yang bicara adalah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib. Allah bicara dengan KalamNya yang difahami Musa As, hingga difahami akalnya tanpa perantara. Allah berbicara kepada Nabi kita Muhammad saw, tanpa perantara. Inilah Al-Qur’an, penghubung Allah al-Matin. Al-Qur’an berada diantara diri kalian dan Tuhan kalian, Maha Agung dan Maha luhur Dia. Jibril menurunkannya dari langit, dari Sisi Allah Azza wa Jalla, kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagaimana Nabi katakan dan kisahkan. Tidak boleh mengingkari itu atau menentangnya. Ya Allah berilah petunjuk semuanya, dan taubatkanlah semuanya, rahmatilah semuanya.
Riwayat dari Amirul Mukminin al-Mu’tashim Billah, ra, ia mengatakan ketika menjelang wafatnya. “Demi Allah aku bertobat kepada Allah Azza wajalla, karena tindakanku pada Ahmad bin Hambal, hanya karena aku tidak ingin taklid sedikit pun pada perkaranya, sedangkan orang lain bertakdlid untuk itu.”
Wahai orang-orang yang sangat kasihan. Tinggalkanlah bicara hal-hal yang tidak berguna bagi anda. Tinggalkan Ta’ashub (fanatik) mazhab. Sibukkanlah dirimu dengan hal-hal yang berguna bagi dunia dan akhiratmu. Anda akan melihat kabarmu dalam waktu dekat. Anda pun akan ingat akan ucapanku. Anda akan melihatnya ketika berada di depan penikam, sedangkan di kepalamu tak ada pelindung. Sungguh luka akan menyertaimu.
Karena itu kosongkan hatimu dari kesusahan dunia, karena anda juga akan meninggalkannya dalam waktu dekat. Jangan anda berambisi mencari keenakan hidup di dunia, karena tidak akan pernah anda raih juga. Nabi Saw sampai bersabda, “Hidup sesungguhnya adalah kehidupan akhirat.”
Pendekkan imajinasi khayalanmu. Karena zuhud telah datang padamu di dunia. Zuhud itu seluruhnya adalah pendek angan-angan khayalan. Jauhilah teman-teman burukmu, putuskanlah rasa cinta antara dirimu dan mereka, lalu sambunglah pergaulan anda dengan orang-orang saleh. Jauhilah berdekatan dengan kawan-kawan buruk, dan datangilah sahabat-sahabat yang baik. Semua yang anda sayangi adalah sahabat-sahabat dekat anda. Karena itu pilihlah siapa yang anda sayangi.
Kaum Sufi pernah ditanya, “Apakah kekeraban itu?” Dijawab, “Kasih sayang.”
Tinggalkan usaha mencari sesuatu yang sudah dibagi buat anda, dan yang belum dibagi. Karena mencari sesuatu yang sudah jelas bagiannya akan menimbulkan rasa payah. Dan pencarian terhadap yang belum dibagi menimbulkan kehinaan dan kesengsaraan. Karena itu Nabi SAW bersabda, “Diantara jumlah dari siksaan-siksaan Allah adalah berambisi mencari sesuatu yang belum dibagikan oleh Allah padanya.“ kepada Sang Pencipta.
Wahai anak-anakku… Carilah bukti melalui ciptaan Allah Azza wajalla, bertafakkurlah atas ciptaan itu, anda akan meraih wushul kepadaNya.
Orang beriman yang yakin, yang ‘arif, memiliki dua mata lahir dan batin. Dua mata lahir melihat ciptaan Allah, dan dua mata batin melihat apa yang ada dibalik ciptaan Allah Azza wa-Jalla di langit dan di bumi. Lalu terbukalah hijab, tanpa keserupaan dan bentuk, lalu dia menjadi sangat dekat kepadaNya, sangat mencintaiNya. Bahkan sebagai Sang Kekasih, Dia tak menyembunyikan DiriNya. Hijab tersingkap dari qalbu yang telanjang, dari makhluk, dari nafsu dan dari watak naluri, terbuka dari hawa nafsu dan syetan. Ia diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi dari TanganNya, hingga ia berada di antara batu dan berlian. Jadilah anda orang cerdas untuk memahami apa yang aku katakan ini, karena aku bicara dari lubuk kata yang dalam, dengan mutiara, rahasia dan hakikat maknanya.
Anak-anakku…Janganlah kalian mengadu,kepada makhluk. Mengadulah kepadaNya, karena, Dialah yang membuat takdir. Selain Dia, jangan.
Diantara perbendaharaan kebaikan adalah menyembunyikan rahasia, musibah, bencana, rasa sakit dan sedekah, dimana tangan kanan anda memberi sementara tangan kiri anda tidak tahu. Takutlah dengan lautan dunia, karena banyak makhluk tenggelam tidak selamat, kecuali beberapa makhluk saja yang selamat. Lautan dalam yang menenggelamkan semuanya. Hanya saja Allahlah yang menyelamatkan hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, sebagaimana kaum mukminin yang diselamatkan di hari qiyamat dari api neraka. Karena semuanya telah diberi peringatan, dan Allah menyelamatkan yang dikehendakiNya.
“Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang sudah ditetapkan.”
Allah berfirman, pada api “Jadilah dingin dan menyelamatkan” sehingga, hambaKu yang beriman, yang senantiasa ikhlas padaKu, yang berhasrat mencintaiKu dan mengesampingkan selain DiriKu.
Allah, juga berfirman berfirman pada apinya Namrud yang hendak membakar Ibrahim as. Maka Allah Azza wa-Jalla pun berkata, “Wahai lautan dunia, jangan engkau tenggelamkan hamba yang dikehendaki, tercinta ini.” Lalu hamba itu pun selamat dari lautan duniawi, sebagaimana Musa as, dan kaumnya diselamatkan dari lautan itu. Allah memberikan fadhlNya kepada yang dikehendakiNya. “Dan Allah memberikan rizki pada yang dikehendaki tanpa terhingga.”

Kajian Fathur Robbany (7)

Seluruh kebajikan itu di tangan Allah, pemberian dan pencegahan juga di Tangan Allah, kaya dan miskin juga di TanganNya, kemuliaan dan kehinaan juga di TanganNya. Tak satu pun, kecuali Allah menyertainya. Makanya orang yang cerdas selalu di pintuNya, dan menolak pintu-pintu lainnya. Wahai orang yang mengurus dunia, anda lebih senang atas kerelaan makhluk dibanding kerelaan Sang Khaliq, lalu anda merobohkan akhiratmu dengan membangun duniamu. Padahal dalam waktu singkat anda akan dicabut dengan sangat pedih, dengan cara yang bermacam-macam. Sebentar lagi kedudukan kekuasaan anda akan dicabut. Anda akan diganti dengan rasa sakit, rasa hina, kefakiran melalui kesedihan, kedahsyatan cobaan dan mendung-mendung. Anda akan dicerabut melalui ucapan-ucapan banyak manusia dan kekuasaan mereka pada diri anda, semua itu akan merevolusi anda. Bangunlah wahai orang yang tidur. Ya Allah bangunkan kami hanya demi bersamaMu, dan demi untukMu. Amin.
Anak-anakku… janganlah kalian seperti pencari kayu bakar di tengah malam, dalam mencari dunia. Pencari kayu malam itu tidak tahu apa yang ada di tangannya. Saya melihat dalam cara bekerja anda seperti pencari kayu bakar malam hari yang gelap, tak ada rembulan dan tak ada cahaya di sana, Banyak sekali bahaya yang bisa mematikan anda. Karena itu carilah kayu bakar di siang hari, sebab resiko bahayanya tampak jelas. Karena itu dalam bekerja, hendaknaya anda disinari oleh cahaya matahari Tauhid, syariat, dan ketakwaan. Sebab matahari bisa mencegah anda dari jatuh ke duri hawa nafsu, syetan dan syirik bersama manusia, sekaligus bisa mengerem anda untuk tergesa-gesa dalam berjalan.
Awas, anda jangan tergesa-gesa. Orang yang tergesa-gesa akan terpelset salah atau hampir salah. Siapa yang hati-hati pasti benar dan hampir benar. Tergesa-gesa itu termasuk dari syetan. Sedangkan hati-hati itu dari Allah yang Maha Rahman. Yang sering membuatmu tergesa-gesa, adalah ambisimu meraih peluang mengumpulkan dunia. Maka terimalah saja, karena menerima pemberian itu tidak akan rusak. Bagaimana anda mencari sesuatu yang bukan bagianmu? Dan sama sekali tidak pernah akan ada di tanganmu? Cegahlah dirimu dari hasrat itu. Dan terimalah pemberian Allah saat ini, apa adanya. Zuhudlah pada selain Allah. Berteguh jiwalah, sampai anda ma’rifat kepada Allah, maka pada saat yang sama ia akan merasa cukup dari segala hal. Hati anda menjadi tangguh dan rahasia hatimu menjadi bening, lantas Allah terus menerus mengajari anda. Maka dunia begitu hina di kepala anda, sedang akhirat tampak di mata hati anda, semua selain Allah hina dalam rahasia batin anda (sirr). Tak ada yang terhormat melainkan hanya Allah Azza wa-Jalla, maka pada saat itulah semua makhluk menghormati anda.
Anak-anak…Manakala anda tidak ingin pintu Allah itu tertutup, maka bertaqwalah kepada Allah. Karena taqwa itu kunci segala pintuNya. Allah berfirman,
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah membukakan jalan keluar, dan memberi rizki yang tiada terhingga.”
Karena itu anda jangan kontra dengan Allah Ta’ala pada jiwamu, pada keluargamu, pada hartamu, dan penduduk zamanmu. Betapa anda tidak malu memerintahkan mereka, menginginkan mereka agar berubah, lalu anda merasa lebih benar, lebih tahu dan lebih mencintai? Padahal anda dan semua makhluk itu adalah hamba-hamba Allah. Allahlah yang mengatur dirimu dan mereka. Jika anda ingin bersahabat di dunia dan akhirat hendaknya anda diam dan tenang. Para auliya’ Allah azza wajalla itu senantiasa dididik di hadapanNya. Mereka tidak bergerak dan tidak melangkah kecuali mendapatkan izin yang benar-benar jelas dalam hatinya oleh Allah Azza wajalla. Sebab mereka berdiri bersama Allah, tegak bergerak bersama yang membolak balik qalbu dan mata hati. Tak ada keputusan pribadi jika bersama Tuhannya, sehingga senantiasa fisiknya di dunia dan hatinya di akhirat.
Ya Allah limpahilah rizki bertemu denganMu di dunia maupun di akhirat, limpahilah rizki menikmati taqarrub denganMu dan memandangMu, jadikanlah kami dari golongan orang yang rela kepadaMu dibanding selain diriMu.
“Ya Allah berikanlah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan lindungi kami dari siksa api neraka.”

Kajian Fathur Robbany (8)

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani
Menuju Jalan Kesempurnaan

Rasulullah saw, bersabda;
“Siapa saja yang dibukakan pintu kebaikan, hendaknya ia cepat meraihnya, karena ia tidak tahu kapan pintu itu ditutup untuknya.”
Wahai kaum Sufi, bergegaslah dan raihlah pintu kehidupan sepanjang itu terbuka. Siapa tahu dalam waktu dekat pintu itu tertutup darimu. Raihlah tindakan kebajikan sepanjang kalian mampu melakukannya, raihlah pintu taubat, masuklah di dalamnya sepanjang itu terbuka. Raihlah pintu doa, karena pintu terbuka untukmu, raihlah pintu pergaulan dengan orang-orang saleh, dan itu sangat terbuka untukmu.
Bangunlah apa yang telah kalian robohkan. Mandilah dari najis kalian. Perbaikilah apa yang telah kalian rusak. Bersihkan apa yang mengotorimu, kembalilah kepada Tuhanmu Azza wa-Jalla dari kepergian dan larimu.
Wahai anak-anakku, di sana tak ada kecuali Khaliq Azza wa-Jalla. Jika anda bersama Sang Khaliq, maka anda adalah hambaNya. Jika anda bersama makhluk, anda adalah hamba makhluk, tak ada lagi ucapan sampai anda menempuh padang gersang dan keterluntaan hatimu. Karena itu rahasia batinmu harus terpisah dengan mereka. Ingatlah orang yang mencari Allah ta’ala berarti berpisah dengan semuanya, karena anda telah yakin bahwa segala sesuatu dari makhluk itu adalah hijab bagi Allah Azza waJalla, dan setiap seseorang berada dalam ketetapan bersama makhluk dalam rahasia batin, pasti akan menghijab dirimu.
Anak-anaku, janganlah anda malas-malasan, karena kemalasan itu selamanya merugi dan menimbulkan penyesalan. Raihlah amalmu dan Allah Maha Derma padamu dunia akhirat.
Abu Muhamamd al-Ajamy Rahimahullahu Ta’ala bermunajat: “Ya Allah Jadikanlah kami orang yang sangat dermawan” – ia tidak mampu lagi mengucapkannya karena siapa yang merasakan benar-benar mengenalNya —.
Bergaul yang baik dengan masyarakat dan berselaras dengan mereka tanpa melampau batas hukum syariat dan Ridlo allah Ta’ala, adalah kebajikan yang penuh berkah. Sebaliknya jika melewati batas hukum dan RidloNya, sama sekali tidak ada kemuliaan bagi mereka. Tanda-tanda bagi kaum Sufi yang terpilih adalah menerima perintah Allah dan kepatuhan yang menjadi kebiasaan jiwanya.
Anak-anakku, bangkitlah dari lubang dosa, dan kembali pada Ridlo. Jangan biarkan ucapan dan hati anda bertentangan. Karena di hari kiamat besok manusia akan diingatkan apa yang diperbuat di dunia, baik maupun buruknya. Menyesal disana tidak ada manfaatnya, mengingat perbuatan di sana tidak ada gunanya. Mengingat musim tanam pun tak ada gunanya. Karena itu Nabi SAW bersabda:
“Dunia adalah ladang akhirat, siapa yang bertanam kebajikan, akan mengetam kegembiraan, dan siapa yang menanam keburukan akan menuai penyesalan.”
Jika maut menjemput waktu bisa habis, dan tak ada lagi manfaat bagimu. “Ya Allah ingatkan kami dari tidurnya orang yang sedang alpa padaMu, yang senantiasa membodohi diriMu”. Amin.
Anak-anakku. Pergaulanmu dengan lingkungan buruk telah menjerumuskan dirimu pada su’udzon terhadap orang-orang baik. Berjalanlah di bawah Kitabullah Azza wa-Jalla dan Sunnatu-Rasul SAW. Anda telah bahagia.
Wahai kaum Sufi, malulah kepada Allah Azza wa-Jalla dengan sangat malu. Jangan kau alpakan buah-buah mutiaramu dengan sia-sia. Karena kamu telah sibuk dengan mengumpulkan makanan yang sesungguhnya tidak kamu makan. Kamu telah berangan-angan pada sesuatu yang tidak kamu temukan. Kamu telah membangun gedung yang tidak kamu tempati. Semua itu telah menghijab maqam dengan Tuhanmu Azza wa-Jalla. Hendaknya engkau berkemah dengan mengingat Allah sebagaimana jiwa kaum ‘arifin, dengan melupakan apa saja yang engkau ingat. Jika anda telah sempurna, syurga tertinggilah tempatmu. Syurga yang menyelamatkan, syurga yang dijanjikan, syurga yang ditunaikan. Yang ditunaikan di dunia adalah Ridlo pada ketentuan Allah SWT, munajat kepadaNya, dan terbukanya hijab antara diriNya dengan diri hamba. Sehingga hati hamba ini senantiasa khalwat bersama Allah ‘Azza wajalla dalam seluruh ahwal ruhaninya tanpa rekayasa “bagaimana” dan tanpa penjumbuhan bayangan.
“Tidak ada satu pun yang menyamaiNya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Syurga yang dijanjikan adalah yang dijanjikan Allah azza wa-Jalla bagi orang beriman dan melihat Wajah Allah Yang Mulia tanpa hijab. Tak diragukan semua kebajikan hanya di sisi Allah, dan semua keburukan muncul dari selain Allah. Kebajikan adalah menghadap padaNya dan keburukan adalah membelakangiNya.
Setiap amal dimana anda ingin meminta imbalan, akan juga kembali imbalan itu kepadamu. Dan setiap amal dimana anda beramal hanya untuk Allah Azza-Wajja, maka amal itu hanya Lillahi Azza wa-Jalla. Kalau anda masih meminta imbalan dari Allah maka balasannya adalah kebersamaan anda dengan makhluk. Dan jika anda beramal hanya demi Wajah Allah balasannya adalah kedekatan anda dengan Allah dan memandangNya. Karena itu janganlah anda meminta imbalan amal anda kepada Allah, baik dalam kehidupan dunia maupun dalam kehidupan akhirat, serta segala hal selain Allah Azza wa-Jalla. Semuanya bersandar kepadaNya.
Carilah Sang Pemberi Nikmat, jangan mencari nikmat. Carilah tetangga yang baik sebelum anda menempati rumah. Karena Dialah yang Ada sebelum sesuatu ini ada, dan yang menciptakan segalanya, sekaligus Yang Maha Eksis setelah segalanya tiada.
Ingatlah akan maut, bersabar atas cobaan, bertawakkal kepada Allah dalam segala hal. Jika tiga perilaku ini bersemayam dalam diri anda, sementara malaikat datang mengingatkan kematian, maka zuhud anda telah benar.
Dengan kesabaran anda meraih apa yang dikehendaki Allah Azza wa-Jalla. Dengan tawakkal, segala sesuatu akan keluar dari hati anda, dan anda bisa bergantung kepada Allah, anda selamat dari dunia, akhirat, dan segala hal selain Allah. Maka anda bisa ringan dengan segala penjuru, tak satu pun dari semua makhluk ini punya peluang memasuki jiwa anda, anda terlindungi, terjamin dari segala arah. Allah memelihara diri anda dari delapan penjuru, tak ada jalan bagi yang lain (melainkan Allah).

Kajian Fathur Robbany (9)

Seluruh pintu tertutup, dan seluruh arah terbuntu, maka anda akan tergolong orang yang disebut oleh Allah ta’ala:
“Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidak ada bagimu (syetan) untuk menguasai mereka.”
Bagaimana bisa digoda oleh Iblis-Syetan, sedangkan mereka telah menyatu dan telah bebas, ikhlas dari segalanya selain Allah? Mereka tidak memandang makhluk ketika melakukan kebajikan. Kesimpulan itu hanya pada akhirnya, bukan pada awalnya. Seluruh awal permulaan adalah bisu, dan ucapan (kesimpulan utama) adalah akhir .
Kemuklasan adalah raja di hatinya, sulthan di sirrinya, tak ada yang bisa dipedulikan dalam lahiriyahnya. Yang langka justru mereka yang bisa mengintegrasikan kerajaan lahir dan kerajaan batin. Karena itu hendaknya kamu menyembunyikan kondisi ruhanimu, dan senantiasa demikian hingga kamu sempurna. Hatimu akan sampai pada Tuhanmu.
Jika kamu telah sempurna, dan sampai tujuan, kamu tak akan mempedulikan apa pun ketika itu. Bagaimana kamu peduli sedangkan kondisi ruhanimu telah berada di lembah hakikat? Kamu telah menempati maqommu dan engkau telah mengetam tanaman kebunmu, sementara makhluk-makhluk Allah bagimu seperti dinding dan pohon-pohon, lalu antara keseimbangan antara pujian dan cacian tak berarti padamu, baik mereka menerima dirimu atau menolak dirimu, seakan-akan kamu yang membangun dan sekaligus merobohkan, semua sangat tergantung izin Sang Khaliq. Allah mengikat hatimu dan menolak segalanya masuk di hatimu, dan hanya ada symbol dan lambang di rahasia batinmu.
Tak ada kata terucap hingga benar apa yang terjadi. Jika tidak anda bisa berfikir. Anda jangan bingung, karena anda buta. Carilah yang menuntun dirimu. Anda bodoh, carilah yang mengajari dirimu. Jika anda dapatkan, berpegang teguhlah dan menghadaplah pada ucapan dan pandangannya. Buktikanlah dengan keseriusan, jika anda telah sampai pada semua itu, duduklah di sana sampai pada hakikat ma’rifatmu. Jika sudah demikian segala yang menyesatkan tersingkir, dan kalian menjadi bagian dari generasi Sufi, dari generasi kalangan yang peduli pada Allah yang memelihara Rahasia Allah Azza wa-Jalla, dan berbudi luhur dalam pergaulan sesama manusia. Lalu dimanalagi anda akan mencari kebenaran dan Ridlo Allah, dari selain Allah? Ingatlah firman Allah:
“Diantara kamu ada yang menghendaki kehidupan duniawi, dan diantara kamu ada yang menghendaki kehidupan ukhrawi.”
Dan di ayat lain disebutkan:
“Orang yang hanya menghendaki WajahNya.”
Jika kebahagiaanmu adalah selain Allah, anda akan didatangi oleh kecemburuan kebahagian yang sesungguhnya, dan anda akan diseret menuju Pintu Taqarrub pada Allah azza wa-Jalla.
“Maka, disanalah limpahan kewalian, hanya bagi Allah Yang Haq.”
Jika kamu telah sempurna, dunia dan akhirat justru datang kepadamu, menjadi pelayanmu tanpa susah dan payah. Karena itu pijakkan langkahmu ke Pintu Allah, tetaplah di sana. Jika anda kukuh di sana, anda akan tahu bisikan-bisikan ruhani dan mampu membedakan mana yang sejati dan mana yang nafsu, mana yang hawa syetan dan Iblis, dan mana yang bisikan hati, bisikan malaikat. Akan ada intuisi, “Ini adalah yang benar!, ini adalah yang bathil.”
Anda akan mengentahui melalui tanda masing-masing. Jika anda telah mencapai tahap ini, akan datang bisikan dari Allah Azza wa-Jalla yang mendidik diri anda, mengokohkan dan menetapkan diri anda, mendudukkan dan menggerakkan diri anda, dan menenangkan, memerintah dan mencegah diri anda.
Wahai kaum Sufi, janganlah anda meminta tambah dan meminta dikurangi oleh Allah. Janganlah mencari tempat terdepan atau belakang. Karena masing-masing diantara kalian sudah ditakdirkan, masing-masing sudah tercatat. Rasulullah SAW bersabda:
“Allah telah merampungkan (catatannya) dari kehidupan, rizki dan kematian. Pena telah menuangkan (tinta) dengan apa yang terjadi.”
Allah telah menyelesaikan segalanya dalam ketentuan yang mendahuluinya. Namun hukum tiba, dan diselubungi oleh perintah, larangan dan ketetapan. Janganlah seseorang itu berpisah dari ketentuan yang telah ditetapkan. Namun katakan, “Allah tidak ditanya apa yang Dia kerjakan, tetapi manusia akan ditanya…”
Wahai kaum Sufi, amalkan dari yang bersifat lahiriyah ini, dengan garis hitam di atas yang putih, hingga anda mengamalkan atas hakikat batin dari perkara ini. Jika anda mengamalkan dengan menunaikan yang lahir maka anda akan memahami yang batin. Yang pertama memahami adalah rahasia batinmu, lalu mendekte hatimu atas dirimu, lalu dirimu mengejakan pada lisanmu, dan lisanmu pada perilakumu. Semua itu dilakukan demi kebaikan dan manfaat para hamba. Betapa sangat beruntung kalian semua jika berselaras dengan kehendak Allah Azza-wa-Jalla dan anda mencintaiNya. Tapi awas, anda telah mengaku mencintai Allah Azza wa-Jalla, padahal banyak syarat di sana.
Diantara syarat mencintaiNya adalah Allah serasa berselaras dalam hatimu dan pada selain dirimu. Diantara syarat lain, hendaknya anda tidak tenteram dan bergantung kepada selain Allah Azza wajalla. Anda juga harus gembira mesra bersamaNya, tidak takut siapa pun bersamaNya.
Bila kecintaan pada Allah bersemayam di qalbu hamba, ia senantiasa akan serba mesra bersamaNya, dan membenci apa yang mengganggunya.
Bertobatlah kalian dari pengakuan dustamu. Karena semua itu tidak akan pernah tiba dengan hanya berangan-angan, berkhayal, bersunyi-sunyi, berdusta, nifaq dan berbuat-buat sok mencintai.
Bertobatlah dan tetaplah dalam taubatmu. Bukan taubat itu masalahnya, tetapi tujuannya adalah ketetapan hati anda pada Allah. Bukan menanam itu masalahnya, tetapi masalahnya adalah tertancapnya tanaman, subur dan berbuah.
Karena itu tetaplah dalam keselarasan dengan Allah Azza wa-Jalla, baik dalam suka maupun duka, miskin dan kaya, musim hujan atau kemarau, sakit maupun sehat, baik dan buruk, meraih keinginan atau terhalang. Tak ada obat kecuali pasrah diri pada Allah ‘Azza wa-Jalla. Bila Allah telah menentukan, jangan takut dengan ketentuanNya, jangan menentang, jangan pula mengadu kepada selain Allah. Karena sikap anda bisa menambah bencana. Namun hendaknya anda tenang, diam dan berselubung, dan tetap di sisiNya. Pandanglah apa yang anda amalkan, dan disana anda bergembira atas perubahan dan pergantiannya. Bila anda bisa demikian, anda bersama Allah di sana, apalagi bisa merubah ketakutan menjadi kemesraan, dan penyatuan menjadi kegembiraan bersamaNya.
“Ya Allah jadikan kami di sisiMu dan bersamaMu.”

Kajian Fathur Robbany (10)

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani
LAILATUL QADAR Jangan Biarkan Berlalu

Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya kami turunkan al-Qur'an di malam Qadar…, dst. hingga akhir surat."(Al-Qadr;1)
Allah menurunkan Al-Qur'an di malam itu, dari Lauhul Mahfudz ke Langit Dunia secara global. Pada malam itu, Jibril as, turun dari Lauhul Mahfudz dengan membawa Al-Qur'an atas izin Allah kepada Nabi SAW dalam seluruh tahun itu, hingga semuanya secara total turun di malam Qadar, di bulan Ramadlan, ke langit dunia.
Ibnu Abbas ra, dan yang lain berkata, "Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur'an di malam Qadar," artinya adalah Kami turunkan Jibril dengan membawa Surat ini dan seluruh Al-Qur'an di malam Qadar, kemudian setelah itu turun secara berkala kepada Rasulullah SAW dalam jangka waktu 23 tahun, dalam seluruh bulan, hari, malam dan waktu-waktu yang ada.
Firman Allah "Fii Lailatil Qadr" maksudnya adalah Malam yang Agung. Atau Malam penuh Hikmah. Disebutkan sebagai Lailatul Qadar kerena keagungan yang tak terkira, dan kepastiannya. Karena Allah pada malam itu memastikan takdir perkara setahun yang akan datang.
Allah berfirman":
"Dan apakah lailatul Qadar itu?" (Al-Qadr;2)
Wahai Muhammad, jika saja Allah tidak mengajarkan padamu akan keagungannya? Apa yang ada dalam seluruh Al-Qur'an dan apa yang anda ingin ketahui, sesungguhnya sudah diajarkan oleh Allah semuanya kepada Nabi.
Oleh sebab itu malam Qadar itu selain dikatakan sebagai malam yang agung, juga malam penuh hikmah, atau malam penuh berkah yang disebut dalam Al-Qur'an, "Kami turunkan Al-Qur'an di malam penuh berkah - di dalamnya segala perkara dipisahkan secara bijaksana."
"Lailatul Qadar itu lebih baik dibanding seribu bulan." (Al-Qadr;3)
Yakni beramal di malam itu lebih baik dibanding beramal seribu bulan.
Kenapa? Sebab Rasulullah saw, suatu hari pernah menyebutkan tentang empat golongan pada para sahabatnya, dari kalangan Bani Israel yang menyembah Allah selama delapan puluh tahun tanpa sedikit pun bermaksiat dan tanpa berpaling dari Allah sekejap mata pun. Nabi juga menyebutklan bagaimana ibadahnya Nabi Ayub, Zakaria, Hazaqil dan Yusya' bin Nun, semoga salam Allah melimpah pada mereka - lalu para sahabat Nabi sangat terheran-heran.
Maka datanglah Jibril as, berkata, "Wahai Muhammad, engkau kagum, dan sahabat-sahabatmu, atas ibadah mereka itu semua selama delapan puluh tahun tak sekejappun berpaling dari Allah dan tak pernah bermaksiat. Padahal Allah menurunkan padamu yang lebih baik dari itu, kemudian Jibril membacakan surat: Inna anzalnaahu fii lailatil qadr…dst." Ini lebih mengagumkan dibanding kekagumanmu dan sahabat-sahabatmu, lalu bergembiralah nabi Muhammad saw. atas hal itu."
Yahya bin Nujaih mengatakan, "Bahwa di kalangan Bani Israel ada seorang lelaki yang memakai senjata untuk bejuang di jalan Allah selama seribu bulan, sama sekali tak pernah diletakkan senjata itu. Rasulullah saw, mengisahkan pada para sahabatnya, yang membuat mereka begitu terkagum-kagum. Maka Allah menurunkan ayat, "Lailatul qadar itu lebih baik ketimbang seribu bulan." Lebih baik ketimbang kebaikan lelaki yang terus membawa senjatanya untuk berjuang di jalan Allah selama seribu bulan.
Dikatakan, nama lelaki itu adalah Syam'un, seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israel, bahkan ada yang menyebutkan Syamnun.
Firman Allah:
"Para Malaikat pun turun, dan Ruh (Jibril) di malam itu atas izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan." (Al-Qadr;4)
Mereka semua turun mulai dari tenggelamnya matahari (maghrib) hingga munculnya fajar.
Yang disebut ruh itu, menurut Adh-Dlohak, riwayat dari Ibnu Abbas ra, adalah Sosok makhluk besar dalam bentuk manusia, yang disebutkan dalam suatu ayat, "Dan mereka bertanya kepadamu, tentang Ruh". Yaitu Malaikat yang berdiri bersama barisan para Malaikat, dan dia sendiri di barisan itu di hari kiamat. "Di hari, dimana Ruh dan para Malaikat berdiri satu barisan."

Kajian Fathur Robbany (11)

"Dari setiap penjuru ada salam…dan salam itu sampai fajar terbit." (Al-Qadr;5)
Gelombang salam, salam, salam bergemuruh kepada hamba-hamba beriman, disampaikan oleh para malaikat.
Lailatul Qadar biasanya pada malam sepuluh hari terakhir dari bulan ramadlan. Utamanya di malam ke 27. Menurut imam Malik, seluruh malam sepuluh terakhir itu, tak ada yang lebih baik dari yang lain, karena saking agungnya sepuluh malam terakhir itu. Sedangkan menurut Imam Syafi'i, yang utama adalah malam ke 21. Ada yang menyebutkan malam ke 29, dan ini mazhab Aisyah ra.
Abu Bardah al-Aslamy, "Lailatul Qadar adalah malam ke 23." Sedangkan menurut abu Dzar dan al-Hasan ra, adalah malam ke 25. Menurut riwayat Bilal ra, dari nabi saw, "Sesungguhnya Lailatul Qadar itu malam ke 24." Versi Ibnu Abbas dan Ubay bin ka'b ra, adalah malam ke 27.
Imam ahmad, melalui isnad dari Ibnu Umar ra, berkata, "Para sahabat itu senantiasa mengisahkan pada Nabi adanya penglihatan Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir. Lalu nabi saw, berkata, "Aku melihat mimpi kalian benar-benar mutawatir, bahwa lailatul qadar itu malam ke 27 dari sepuluh malam terakhir, karena itu siapa hendak menekuni, maka pada malam itulah."
Ibnu Abbas ra berkata kepada Umar bin Khaththob ra, "Aku melihat adanya hitungan-hitungan, dan tak ada yang lebih hati-hati ketimbang tujuh. Lalu disebutkan sebagian dari sesuatu di balik angka tujuh tadi."
Langit ada tujuh, bumi tujuh, malam tujuh, cakrawala tujuh, bintang tujuh, berjalan antara shofa dan marwa tujuh kali, thowaf tujuh kali, melempar jumrah tujuh kali, manusia diciptakan dari tujuh, rizkinya dari tujuh, dan wajahnya dibelah jadi tujuh, khawatim ada tujuh, Al-Hamd tujuh ayat, qiratul Qur'an tujuh huruf, tujuh kali berulang-ulang, sujud juga dengan tujuh anggota badan, pintu-pintu neraka jahanam ada tujuh, nama-namanya tujuh, dasar- dasar bawahnya tujuh, ashhabul kahfi jumlahnya tujuh, dan Allah menghancurkan kaum 'Ad dengan badai dalam tujuh malam, nabi Yusuf tujuh tahun di penjara, sapi-sapi betina tujuh, tahun-tahun paceklik tujuh tahun, dan tujuh tahun kesuburan. Sholat lima waktu ada tujuh belas rekaat, dan Allah berfirman, "dan tujuh, ketika kamu pulang", ada tujuh yang menjadi muhrim bagi wanita dari segi nasab, dari sisi hubungan mertua ada tujuh, Rasul mewajibkan mencuci tempat yang dijilati anjing, agar dicuci tujuh kali, salah satunya pakai debu.
Jumlah huruf surat al-Qadr sampai Salaamun Hiya ada 27 huruf, Nabi Ayub menjalani tahun-tahun ujiannya tujuh tahun, Aisyah ra, berkata, "Rasulullah saw, menikahi aku ketika usiaku tujuh tahun, hari-hari 'ajuz tujuh.
Allah bersumpah dengan tujuh kali, dalam satu surat, mulai dari Wasy-Syamsi wa-dluhaha, sampai Wamaa Sawwaha…. Tingginya Nabi Musa as, adalah tujuh siku menurut umumnya siku orang di zaman itu. Dan panjangnya tongkat Musa as juga tujuh siku. Jika mayoritas segala sesuatu terdiri dari tujuh, maka Allah telah juga mengingatkan pada kita bahwa Lailatul Qadar itu adalah malam ke 27.
Firman Allah SWT: "Para malaikat pada turun dan (begitu juga) ar Ruh (Jibril) di dalam malam itu." Jibril turun disertai dengan 70 ribu malaikat, dan ia bertindak sebagai pemimpinnya. Jibril terus menerus memberi salam kepada mereka yang sedang duduk (beribadah), sementara seluruh malaikat yang lain memberi salah kepada mereka yang sedang tidur. Allah sendiri yang terus memberi salam kepada mereka yang bangkit berdiri menuju kepadaNya.
Sebagaimana Salam Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman yang menjadi ahli surga di surga, dengan firman Nya: Salaamun Qaulam min Rabbir Rahiim (Salam yang terucap dari Tuhan Yang Maha Pengasih). Maka, berkenan pula Allah memberikan salam kepada para hamba Nya yang senantiasa berbuat kebajikan di dunia, mendapatkan anugerah kebaikan luhur dan kebahagiaan di zaman 'azali. Yaitu para hambaNya yang senantiasa fana' atau sirna dari segala makhluk, dan abadi bersama Tuhannya, senantiasa tenteram menuju kepada Allah Ta'ala Yang Maha Benar.
Pada malam Lailatul Qadar itu, tak ada yang tersisa dari suatu tempat melainkan ada malaikat yang sedang sujud di sana, atau berdiri mendoakan hambaNya yang mukmin dan mukminat. Kecuali tempat-tempat seperti gereja, biara, tempat ibadah majusi dan tempat-tempat berhala, atau sebagian tempat yang menjadi pembuangan kotoran maksiat. Di tempat-tempat itu malaikat tidak mau bersujud dan berdoa.
Malaikat-malaikat itu senantiasa mendoakan kaum mukminin dan mukminat. Sedangkan Jibril as, sama sekali tidak mendoakan kaum mukminin dan mukminat, melainkan hanya menyalami dan bersalaman kepada mereka. Jika Anda sekalian sedang dalam keadaan beribadah, maka Jibril menyalami, "Salam kepadamu, semoga diterima dan mendapatkan kebajikan." Jika anda ditemui sedang dalam keadaan bermaksiat, Jibril menyalami, "Salam bagimu, semoga engkau mendapatkan ampunan," Jika anda ditemui dalam keadaan tidur, Jibril menyalami "Salam bagimu, semoga engkau mendapatkan ridla Nya." Jika Anda sudah dalam kuburan (mati) Jibril menyalami, "Salam bagimu dengan ruh dan aroma keharuman." Itulah yang difirmankanAllah, "min Kulli Amrin Salaam" (dalam segala hal, ada Salam.)
Ada yang menyebutkan, bahwa para malaikat itu hanya menyalami mereka yang taat, sementara tidak pada mereka yang sedang bermaksiat. Di antara ahli maksiat itu adalah mereka yang berbuat kedhaliman, mereka yang memakan-makanan haram, mereka yang memutus tali sillaturrahim, mereka yang mengadu domba, mereka yang memakan harta anak yatim, mereka itu tidak mendapatkan salam dari para malaikat. Lalu manakah bencana yang lebih besar dibanding bencana seperti itu?
Padahal bulan Ramadlan diawali oleh rahmat, ditengahi oleh ampunan dan diakhiri dengan kebebasan dari neraka. Sementara Anda tidak memiliki bagian dari salam para malaikat itu?
Bukankah itu semua gara-gara Anda jauh dari Yang Maha Pengasih? dan Anda juga tergolong para penentang Allah dan mensakralisasi tindakan syetan?
Anda berhias dengan riasan penempuh jalan neraka? Begitu pula karena Anda jauh dan mengabaikan dari para penempuh jalan surga?
Anda juga hijab dari Tuhan yang memiliki kekuasaan atas bahaya dan kebajikan? Padahal bulan Ramadlan adalah bulan kejernihan, bulan keselarasan bersama Allah, bulan para pendzikirNya, orang-orang sabar dan bulan para shadiqin.
Lantas apabila tidak ada bekas dalam hati Anda, dan Anda tidak mencabut akar kemaksiatan dalam hati Anda, menjauhi para pelaku kejahatan dan kemungkaran, lalu pengaruh apa yang bisa membekas dalam hati Anda itu? Apa yang Anda harapkan dari selain kebajikan? Apa yang masih anda sisakan dalam jiwa Anda? Kebahagiaan manakah yang bisa Anda raih di sana?
Ingatlah wahai orang yang sangat kasihan, terhadap apa yang menempel pada diri Anda. Bangkitlah dari kelelapan yang meninabobokan Anda, membuat Anda alpa. Lihatlah pada yang memberi petunjuk pada Anda, sisa-sisa bulan Anda, dengan tindakan taubat dan kembali.
Nikmatilah bulan ini dengan istighfar dan kepatuhan, agar Anda meraih rahmat dan kasih sayang Allah. Anda harus membatu dengan segala hal yang mengarah pada sikap negatif. Menangislah pada diri sendiri atas dorongan yang menyeret anda pada cacat-cacat jiwa, kebinasaan dan tragedi. Betapa banyak orang berpuasa, namun hakikatnya tidak pernah berpuasa selamanya. Banyak orang yang berdiri tegak untuk ibadah, hakikatnya tak pernah ibadah selamanya. Betapa banyak osrang beramal, namun tanpa pahala ketika amal itu usai dilakukan.
Amboi, apakah puasa kita diterima, ibadah kita diterima, atau sebaliknya semua itu ditolak dan dilemparkan ke wajah kita sendiri?
Amboi, betapa kita telah menolak ibadah yang seharusnya diterima, dan menghormati ibadah yang seharusnya ditolak? Sebagaimana sabda Rasuluilah SAW, "Betapa banyak orang berpuasa, namun tak lebih dari lapar dan dahaga. Betapa banyak orang yang tegak beribadah, melainkan hanya kelelahan belaka."
Salam kepadamu wahai bulanpuasa.
Salam kepadamu wahai bulan kebangkitan.
Salam kepadamu wahai bulan iman.
Salam kepadamu wahai bulan al Quran.
Salam kepadamu wahai bulan cahaya-cahaya
Salam kepadamu wahai bulan maghfirah dan ampunan
Salam kepadamu wahai bulan derajat dan keselamatan dari keburukan
Salam kepadamu wahai bulan orang-orang yang bertobat dan beribadat
Salam kepadamu wahai orang-orang marifat
Salam kepadamu wahai bulan orang yang tekun beribadat
Salam kepadamu wahai bulan yang aman
Engkau telah menahan orang-orang maksiat
Engkau telah bermesraan dengan ahli taqwa
Salam kepada bilik dan cahaya-cahaya yang cemerlang
dan mata yang terjaga
airmata yang melimpah
mihrab yang terang benderang
ungkapan yang suci
nafas-nafas yang membubung
dari kalbu-kalbu yang bergelora.
Tuhan, jadikanlah kami tergolong mereka yang Engkau terima puasanya, shalatnya, dan Engkau ganti keburukan dengan kebajikannya, dan Engkau masukkan dengan rahmat-Mu dalam surga Mu, dan Engkau tinggikan derajat mereka, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
(Dikutip dari karya Syekit Abdul Qadir al Jaelani, dalam Kitab Al Ghunyah Lithalib Thariqil Haqq fil AkhIaq wat-Tashawwufi wal Adab al Islamiyah)

Cukuplah Bersama Allah

Hilangnya agama karena empat hal
Anak-anak muridku semua, manakah sesungguhnya Ubudiyah yang benar kepada Allah Ta’ala? Betapa jauh anda meraih hakikatnya. Raihlah rasa cukup bersama Allah dalam seluruh perkara kehidupan anda.
Anda adalah hamba yang pergi dari tuan anda, dan kembalilah kepadaNya. Merasalah sebagai hamba yang hina dan rendah hatilah di hadapanNya, mengikuti perintah dan menjauhi laranganNya. Bersabar dan berselaras terhadap ketentuanNya. Bila semua ini sudah anda lakukan dengan sempurna berarti pengabdian anda pada Tuan anda sudah maksimal, dan anda bisa merasa cukup bersama Allah.
“Bukankan Allah telah mencukupi hambaNya?”
Jika ubudiyah anda benar Allah pasti mencintai anda yang anda rasakan dalam hati anda, yang membuat hati anda mesra bersamaNya. Taqarub anda pun tanpa disertai susah payah, dan anda tidak merasa kesunyian karena Allah bersama Anda, sehingga anda terus menerus Ridlo kepadaNya dalam segala hal. Bahkan jika saja dunia ini terasa sempit bagi anda dan peluang-peluangnya tertutup, maka Allah Yang Maha luas tetap bersama Anda. Bahkan anda tidak ingin makan makanan selain dariNya, anda pun akan berselaras dengan Nabi Musa as, ketika Allah berfirman:
“Dan Kami haramkan pada Musa untuk disusui para wanita penyusu sebelumnya.” (Al-Qashsah, 12)
Tuhan kita Azza wa-Jalla, senantiasa Melihat dan Menyaksikan segalanya, dalam segala sesuatu senantiasa Hadir, Dekat dengan segalaNya, tidak butuh pada segalaNya. Lalu kenapa mesti ada keingkaran setelah mengenalNya? Celaka anda ini. Anda sudah mengenalNya kenapa harus mengingkariNya berkali-kali? Kalau anda tidak segera kembali kepadaNya, anda akan terhalang dari semua kebaikan. Karena itu bersabarlah bersamaNya, dan jangan bersabar untuk jauh dariNya.
Ketahuilah, siapa yang sabar akan mendapatkan kemampuan. Mana akal dan kehidupan anda? Allah sampai berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan jadilah orang yang penyabar, berkaitlah kepada Allah dan bertaqwalah pada Allah agar kalian semua meraih kemenangan.”
Banyak ayat tentang kesabaran yang menunjukkan adanya kebaikan dan kenikmatan, balasan dan pemberian yang yang besar, ringan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Karenanya bersamalah dengan Allah, dunia akhirat anda akan bahagia dengan kebajikan.
Anda semua harus banyak berziarah kubur dan ziarah pada orang-orang yang saleh, berbuat kebaikan, maka perkara kehidupan anda akan beres. Jangan seperti orang-orang yang yang mendapat nasehat tetapi tidak dihayati, dan seperti orang yang mendengarkan pengetahuan tetapi tidak diamalkan.

Hilangnya Agama Ini karena Empat Hal:
Pertama,>/b> Karena anda tidak mengetahui apa yang anda amalkan.
Kedua, karena anda mengamalkan perkara-perkara yang anda tidak mengetahuinya.
Ketiga, karena anda tidak mau belajar hal-hal yang anda tidak mengerti, lalu anda terus menerus bodoh.
Keempat, anda menghalangi orang-orang yang belajar pengetahuan, dimana mereka tidak tahu.
Wahai kaum Sufi….Jika anda menghadiri majlis dzikir, ternyata anda menghadirinya agar masalah anda terpecahkan. Anda malah kontra dengan nasehat kebajikan, lalu anda pelihara kesalahan dan ketergelinciran, bahkan anda tertawa dan main-main. Anda benar-benar mengkawatirkan, padahal anda bersama Allah Azza wajalla. Karena itu bertobatlah kalian dari situasi itu, jangan sampai anda ini seperti para musuh Allah Azza waJalla. Raihlah manfaat dari apa yang anda simak disana.
Anak-anak, anda sudah terikat dengan ibadah, dan Allah mengikat dengan AnugerahNya. Hendaknya anda berpijak pada Sang Penyebab, bukan pada akibat, dan bertawakallah padaNya. Hendaknya anda tidak mengabaikan amaliah, hendaknya pula ikhlas dalam beramal. Allah SWT berfirman: “Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah.”
Allah tidak menciptakan mereka untuk berdusta, tidak menciptakan mereka untuk bermain-main hampa, mencipatakan mereka bukan untuk makan dan minum, tidur dan kawin. Ingatlah! Wahai orang-orang yang alpa dari kealpaanmu. Ingatlah, anda melangkahkan hatimu satu langkah, Allah menuju kepadamu beberapa langkah, dan Dia paling layak untuk anda rindukan semua dibanding yang lainNya.
“Allah memberi rizki pada yang dikehendaki tanpa terhingga.”
Jika Allah menginginkan pada hambaNya, Allah menyediakan langsung padanya. Ini sesuatu yang berhubungan dengan makna hakiki bukan rupa fisik. Bila si hamba benar dalam ubudiyahnya ini, maka benarlah zuhudnya di dunia dan akhirat.
Selain Allah Ta’ala, ketika anda datang padanya, anda bisa tetap benar, baik raja, sulthan, pemerintah, maka kedatangan anda, atom anda adalah bukit, tetesannya adalah lautan, bintanya adalah rembulan, rembulannya adalah matahari, sedikitnya adalah banyak, terhapusnya adalah tetapnya, fana’nya adalah baqo’nya, geraknya adalah tetapnya. Pohonnya menjulang hingga menyentuh Arasy, dan akarnya membubung sampai ke bintang Tsurayya, dan dahan-dahannya melindungi dunia dan akhirat.

Pohon apakah ini? Pohon Hikmah dan Pengetahuan. Dunia seperti lingkaran cincin, bukan dunia yang anda miliki, bukan akhirat yang anda kait, yang tidak dimiliki oleh raja maupun budak, tidak bisa dihalangi oleh apa pun atau diambil oleh siapa pun, tidak bisa dikotori. Jika anda bisa memenuhi semua itu, anda akan bagus ketika berada di tengah-tengah khalayak publik.
Manakala Allah menghendaki kebajikan pada hambaNya, maka Allah menjadikan hamba itu sebagai dalil bagi mereka, menjadikan dokter bagi mereka, menjadikan pendidik dan pengatur mereka. Sang hamba dijakdikan penerjemah untuk mereka, dijadikan riasan bagi mereka, dijadikan lampu dan matahari bagi mereka. Bila Allah menghendaki, segala terwujud. Jika tidak demikian, si hamba ditirai dari segala hal selain DiriNya.
Individu-individu jenis manusia seperti ini memang ditugaskan di tengah-tengah makhluk tetapi dengan perlindungan dan kesalamatan menyeluruh pada dirinya. Allah menolong hamba ini untuk sebuah kemashlahatan makhluk dan memberikan jalan menuju hidayah.

Orang yang zuhud dari dunia, diuji dengan akhirat. Orang yang zuhud dari dunia dan akhirat, diuji oleh Pencipta dunia dan akhirat.
Kalau semua telah alpa, seakan-akan kalian tidak pernah bakal mati, seakan-akan kalian tidak akan dihamparkan di padang mahsyar, anda tidak di hisab di sana, anda tidak melewati jembatan Shirothol Mustaqim? Ini sifat-sifat anda, padahal anda mengajak Islam dan Iman. Ini Al-Quran dan Ilmu sebagai argumentasi bagi kalian. Jika kalian hadir dalam majlis Ulama, dan anda menolak apa yang dikatakan mereka, maka kehadiran anda sebagai hujjah yang membuat anda berdosa. Sebagaimana anda semua bertemu Rasulullah saw, di hari kiamat nanti, sementara anda tidak menerima beliau, ketika seluruh makhluk dalam ketakutan atas kebesaran, keagungan dan keadilan serta kesombonganNya, maka ketika itu seluruh kerajaan dunia musnah, dan hanya kerajaan Ilahi yang abadi, semuanya di hari kiamat kembali kepadaNya.
Sementara itu para pemuka kaum Sufi juga tampak di sana dengan kemuliaan dan kelengkapannya, dan bagaimana Allah memuliakan mereka di hari itu.

Para paku bumi, adalah penegak bumi, yaitu mereka sebagai penguasa makhluk dan pemukanya sekaligus sebagai wakil Tuhan Azza wa-Jalla. Mereka hari ini tidak tampak dalam rupa, tapi dalam makna, tetapi esok mereka tampak dalam rupa.
Para pemberani dalam argumentasi dan perang adalah mereka yang melawan orang kafir. Sedangkan sang pemberani dari kalangan orang-orang sholeh adalah yang melawan hawa nafsunya, watak manusiawinya, syetan dan para kolaborator kejahatan. Mereka ini adalah syetan-syetan manusia.

Sedangkan sang pemberani dari kalangan Khowash adalah keberaniannya dalam Zuhud dunia dan akhirat dan zuhud dari segala hal selain Allah secara total.


Kajian Fathur Robbany (13)

Anak-anak muridku sekalian….
Ingatlah, sebelum diingatkan, tanpa anda harus diperintah anda mendekat kepada Allah. Bergaullah dengan kalangan ahli agama, karena mereka adalah manusia paling berakal dan mengerti siapa yang paling taat kepada Allah dan siapa paling maksiat padaNya.
Nabi saw, bersabda, “Beruntunglah anda…” Artinya anda sangat butuh kepadaNya dan anda cukup bersamaNya. Bila anda bersama Ahlud Din, dan anda mencintainya anda akan merasa cukup, dan hati anda akan lari dari kemunafikan. Karena kaum munafik sesungguhnya hanya suka pamer, tidak ada yang diterima amalnya. Allah tidak menerima bentuk amal anda, rupa amal anda, tetapi Allah menerima apa yang ada dibalik amal anda, hati anda. Jika anda melawan hawa nafsu anda, syetan anda, duniawi anda dalam amaliyah anda, Allah akan menerima anda. Berbuatlah kebaikan, Allah akan menerima dari sisi jiwanya. Dan jangan melihat amaliyah anda sedikit pun, karena Allah tidak akan menerimanya kecuali amaliyah itu hanya untukNya, demi WajahNya, bukan untuk wajah makhluk.

Celaka anda ini! Anda berbuat baik demi makhluk, tetapi ingin diterima oleh Allah Azza wajalla. Ini sebuah penipuan dari diri sendiri. Tinggalkan kerakusan anda, kesombongan anda, kesenang-senangan anda. Anda harus prihatin, jangan bersenang-senang, sebab anda berada di alam keprihatinan dalam penjara dunia.

Nabi Saw senanatiasa bertafakkur, tidak banyak gembiranya, banyak prihatinnya, tidak banyak tertawanya kecuali hanya tersenyum, hanya untuk menyenangkan lainnya. Hati Nabi penuh kerpihatinan dan kesibukan bersama Allah. Jika saja bukan karena para sahabat dan perkara dunia ini, Nabi saw, tak akan pernah keluar dari rumahnya dan tak pernah duduk dengan siapapun.

Wahai anak muridku. Jika Khalwat anda benar bersama Allah Azza wa-Jalla Sirrmu akan cemerlang dan hatimu akan jernih. Pandangan anda akan penuh pelajaran. Hati anda akan penuh dengan tafakkur, ruh anda akan membubung menuju Allah Azza wa-Jall, wushul kepadaNya.
Memikirkan dunia justru menyiksa dan menghijab. Sedangkan tafakkur tehadap akhirat membuahkan pengetahuan dan menghidupkan hati.
Allah tidak memberikan anugerah bagi orang yang tafakkur kecuali pengetahuan mengenai dunia akhirat.

Wah! Anda telah menelantarkan hati anda di dunia, sedangkan Allah Azza wa-Jall, telah memberikan segalanya untuk anda. Allah telah menentukan waktu setiap hari bagi anda, dan Allah telah terus menerus melimpahkan rizki pada anda, baik anda mencarinya atau tidak. Ambisi dan kerakusan anda telah membuat anda hina di depan Allah maupun di depan makhluk. Dengan iman yang kurang anda lalu mencari rizki, padahal ketika iman anda bertambah anda tidak perlu mencarinya. Bahkan dengan keparipurnaan dan kesempurnaan iman, anda cukup istirahat dari dunia.
Anak muridku, anda jangan mencampur adukkan hal yang serius dengan guyonan. Jika hati anda belum mampu teguh, bagaimana anda bersama khalayak untuk anda baurkan bersama Khaliq, sedang anda berhati ganda dengan dunia? Bagaimana anda bersama Allah? Bagaimana anda bisa mencampuradukkan yang lahir dan yang batin? Yang tak masuk akal dan yang masuk akal, hal-hal yang ada di sisi makhluk dan Khaliq? Betapa bodohnya orang yang melalaikan Khaliq dan sibuk dengan makhluk, berteguh dengan yang duniawi dan alpa pada Allah? Melupakan yang abadi dan bergembira dengan yang fana?
Anda bersahabat dengan orang-orang bodoh lalu mereka menularkan kebodohannya pada anda. Sebab, bergaul dengan orang tolol berarti meraih kesia-siaan. Bergaullah dengan orang mukmin yang yakin, yang mengamalkan ilmunya. Karena orang beriman seperti ini, betapa baiknya mereka, betapa kuatnya perjuangan mereka dalam melawan hawa nafsunya. Dalam konteks inilah Rasulullah saw, bersabda:
“Kegembiraan orang berimaan pada wajahnya, prihatinnya ada dalam qalbunya.”

Itulah kekuatan si mukmin ini, hingga mampu mengekspresikan kegembiraan di hadapan para makhluk, sementara ia mampu menyembunyikan keprihatinannya, antara dirinya dengan Allah Ta’ala. Sepanjang hidupnya ada keprihatinan, banyak merenungnya, banyak menangisnya pada Allah, sedikit tertawanya, dan itulah Nabi saw, bersabda:
“Tak ada kegembiraan bagi orang mu’min kecuali bertemu Allah Azza wa-Jalla.”

Orang beriman menutupi keprihatinannya dengan kegembiraannya. Fisiknya bekerja di dunia, batinnya bersama Allah Ta’ala. Fisiknya untuk keluarganya, batinnya untuk Tuhannya Azza wa-Jalla. Ia tak pernah mengumbar keprihatinan jiwanya kepada keluarganya, isteri dan anaknya, tetangga-tetangganya, bahkan kepada siapa saja dari khalayak makhlukNya, karena ia mendengarkan ucapan Nabi SAW. :
“Raihlah pertolongan atas persoalan kalian semua melalui cara merahasiakan (masalah)”.

Ia senantiasa menyembunyikan apa yang ada di dalam batinnya. Seandainya saja ada yang keceplosan, itu pun tetap ia ungkapkan dengan metafor, lalu ia tutupi, dan ia mohon maaf atas apa yang terungkap.
Anak-anak muridku…. Jadikan diriku sebagai cerminmu. Jadikan diriku sebagai cermin hati dan rahasia batinmu, sebagai cermin amaliahmu. Kemarilah mendekat kepadaku, anda akan melihat apa yang ada di dalam dirimu, sesuatu yang tidak bisa anda lihat ketika kalian jauh dariku. Jika anda punya hajat seputar agamamu, anda harus dekat denganku, karena aku tidak akan pernah menyembunyikan agama Allah Azza wa-Jalla. Tak ada yang harus malu menyangkut agama Allah Azza wa-Jalla. Karena anda selama ini berada dalam pelukan kemunafikan.

Tinggalkan duniamu yang ada di rumahmu, mendekatlah kepadaku. Karena saya berdiri di pintu gerbang akhirat. Bersamalah denganku dan dengarkan kata-kataku, dan amalkanlah sebelum maut menjemputmu. Masalahnya bagaimana membangun rasa takut kepada Allah. Bila kalian tidak punya rasa takut padaNya, kalian tidak aman di dunia dan di akhirat. Sedangkan rasa Cinta dan Takut itu datang dari Allah juga untuk anda yaitu mengenalNya dengan sesungguhnya. Karena itu Dia berfirman:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya adalah para Ulama’”

Tak ada yang takut penuh cinta kecuali para Ulama yang mengamalkan ilmunya, yang mengamalkannya dan memang mengetahuinya. Bahkan mereka tidak meminta balasan dari Tuhannya, kecuali hanya ingin WajahNya dan mendekatiNya, hanya ingin CintaNya, bersih dari hijab dan rentangan jarak. Mereka tidak ingin pintuNya tertutup bagi mereka, dunia hingga akhirat, bahkan tidak ingin tertutup ketika ada pada selainNya.
Dunia bagi suatu kaum, dan akhirat juga bagi suatu kaum. Allah Ta’ala juga bagi suatu kaum, yaitu kaum yang keyakini imannya, yang ma’rifat dan mencintaiNya, yang bertaqwa dan khusyu’ kepadaNya, yang senantiasa prihatin hanya demi Dia. Suatu kaum yang yang takut penuh cinta kepadaNya, walau mata fisiknya tak memandangNya, tetapi hatinya selalu memandangNya. Bagaimana tidak takut setiap saat Allah mengurus semuanya, merubah dan mengganti, menolong dan menghinakan ini dan itu, menghidupkan ini dan mematikan itu.

“Allah tidak ditanya apa yang Dia lakukan, tetapi merekalah yang akan ditanya (apa yang mereka lakukan)”.

Ya Tuhan, dekatkan diri kami padaMu, dan janganlah Engkau jauhkan diri kami dariMu. Dan berikanlah kami kebajikan dunia dan kebajikan Akhirat, dan lindungi kami dari siksa neraka.

Kajian Fathur Robbany (14)

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qodir al-Jilany
Hari Jum’at Pertengahan Syawal Tahun 545 H, di Madrasahnya

Jangan Jual Agama Dengan Debu

Qalbu orang-orang beriman senantiasa bersih, suci dan melupakan makhluk, terus menerus mengingat Allah Azza wa-Jalla, melupakan dunia, mengingat akhirat, melupakan apa yang ada padamu, dan mengingat apa yang ada di sisi Allah Ta’ala.

Kalian bisa terhijab oleh mereka dan seluruh apa yang ada pada para makhluk itu, disebabkan kesibukanmu dengan dunia dan melalaikan akhirat. Kalian meninggalkan rasa malu di hadapan Allah Azza wa-Jalla, sehingga kalian tersungkur di sana. Karena itu terimalah nasehat kawan anda yang mukmin dan anda jangan kontra. Karena dia yang tahu apa yang ada pada dirimu, hal-hal yang anda tidak tahu tentang dirimu. Karena itu Rasulullah SAW bersabda:
“Orang mukmin adalah cermin bagi sesama mukmin.”

Mukmin yang benar dalam nasehatnya bagi sesama mukmin, akan menampakkan kejelasan apa yang tersembunyi pada saudaranya, yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ia mengenalkan mana yang menjadi kebaikan dan mana yang berdampak keburukan. Maha Suci Allah yang telah memberikan anugerah di hatiku untuk menasehati makhluk dan hal demikian telah dijadikan sebagai hasrat besarku.

Saya menasehati dan saya sama sekali tidak menginginkan imbalan. Sebab akhiratku telah menjadi bagian sukses bagi diriku di sisi Tuhanku Azza wa-Jalla. Aku tidak mencari dunia, karena aku bukan budak dunia, juga bukan hamba akhirat, bahkan bukan hamba selain Allah azza wa-Jalla.
Aku tidak menyembah kecuali hanya kepada Sang Pencipta, Yang Esa, Yang Maha Esa nan Qadim. Kepuasanku ada pada kebahagian kalian, dan kedukaanku jika kalian hancur celaka. Jika aku melihat murid yang benar dan benar-benar telah meraih kemenangan melalui diriku, aku merasakan kepuasan dan kelegaan, bahkan kegembiraan, karena bagaimana hal itu terjadi melalui diriku?

Anak-anak muridku….
Hasratku adalah anda, bukan diriku. Jika anda bisa berubah, itu demi anda, bukan demi diriku. Aku hanya menggambarkan pelajaran, dan sesungguhnya yang membuat aku senang, semata karena ini semua hanya untuk dirimu.

Wahai para kaum Sufi
Tinggalkan takabur di hadapan Allah Azza wa-Jalla dan takabur di hadapan sesama makhluk. Lihatlah kadar diri-diri anda, dan rendah hatilah dirimu.
Awalmu hanya setets air hina, dan akhirmu hanyalah bangkai yang terbuang. Karena itu kamu semua jangan tergolong orang yang tamak dan dikendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu yang mendorong anda untuk memasuki pintu-pintu penguasa untuk mencari sesuatu dari mereka, untuk mendapatkan bagian atau pemberian mereka, padahal bagian yang diberikan itu begitu hinadina.
Kanjeng Nabi SAW, bersabda:
“Siksa paling dahsyat dari Allah Azza wajalla pada hambaNya, adalah ambisinya si hamba untuk meraih apa yang tidak dibagikan padanya.”

Betapa celakanya, wahai orang bodoh terhadap takdir dan bagian dari Allah. Apakah kalian menyangka bahwa generasi dunia ini mampu memberikan bagian pada kalian, hal-hal yang bukan bagianmu? Tetapi anda perlu ingat, bahwa waswas (godaan) syetan yang terus menggoda kealam dan hati anda, sampai anda tidak lagi menjadi hamba Allah Azza wa-Jalla, dan menjadi hamba diri anda sendiri, menjadi budak nafsu dan syetan anda. Menjadi budak naluri, harta dan uang anda. Hati-hatilah mana tempat kemenangan dan kebahagiaan sampai anda mampu menempuh jalan ubudiyah anda.

Diantara para Ulama sufi mengatakan, “Siapa yang tidak mengenal tempat kebahagiaan hakiki, pasti tidak pernah bahagia.” Anda mengetahua tempatnya, tetapi anda hanya mengenal melalui kedua mata kepala anda, bukan dengan matahati dan rahasia batin anda. Iman anda hanya melintas belaka, sampai anda hanya melihat tidak dengan penglihatan hakiki.
Allah Azza wa-Jalla berfirman:
“Sesungguhnya bukan mata yang buta, tetapi yang buta adalah matahati yang ada di dalam dada.”

Si tamak yang memburu dunia dari tangan makhluk telah menjual agama dengan debu, menjual apa yang abadi dengan yang fana, lalu dia tak mendapatkan kedua-duanya. Sepanjang iman anda kurang, anda merasa kurang dengan dunia dan kehidupan anda hanya untuk merebut sesama, sampai agama anda tergadaikan dan anda merasa bisa makan dari mereka.
Namun sepanjang iman anda sempurna, anda akan senantiasa mampu bertawakkal jiwa anda kepada Allah azza wa-Jalla dan keluar dari sebab akibat duniawi, memutuskan hati pada budak dunia menuju kepada Allah Ta’ala, lalu hati anda pergi menjauh dari seluruh makhluk.

Disinilah hatimu bisa keluar dari negerimu, keluar dari keluargamu, keluar dari took dan popularitasmu.
Lalu anda menyerahkan semua itu pada mereka, seakan-akan Malakat Maut hendak menjemput anda, anda seperti sedang disambar oleh kamatian, seakan-akan bumi hendak menelan anda, dan gelombang takdir telah meraih anda memasukkan ke dalam lautan ilmu dan menenggelamkan anda di sana. Siapa yang mampu di tahap ini, segala penderitaan dunia tidak berpengaruh baginya, sebab dunia hanya pada lahirnya, bukan masuk dalam batinnya. Bahkan dunia untuk yang lain bukan untuk hatinya.

Wahai para kaum….
Jika anda semua mampu melakukan apa yang saya sebutkan itu, mampu mengeluarkan sebab akibat dunia dan ketergantungan padanya dari hatimu, anda akan meraih kemenangan dari segala segi. Jika anda tidak mampu meraih semua itu, paling tidak sebagian ajaran itu anda dapatkan.
Nabi kita SAW bersabda:
“Kosongkan dirimu dari problema duniawi semampu (semaksimalmu).”

Anak-anak muridku…
Jika kamu sekalian mampu mengosongkan hatimu dari dunia, lakukanlah. Jika tidak, maka cepatlah larikan hatimu menuju kepada Allah Azza-wa-Jalla. Gantungkan hatimu pada Rahmat Allah Ta’ala, sampai problema dunia keluar dari hatimu, karena Allah azza wa-Jalla Maha Kuasa atas segalanya dan Maha mengetahui. Pada KuasaNyalah segalanya tergenggam. Kokohlah di pintuNya, mohonlah agar hatimu disucikan dari selain DiriNya, lalu dipenuhi iman dan ma’rifat padaNya, mengenalNya dan cukup denganNya, jauh bergantung pada makhlukNya. Mohonlah agar dianugerahi Yaqin, dan kemesraan qalbu bersamaNya, kesibukan fisik untuk taat padaNya. Mohonlah semuanya dariNya bukan dari selain Dia. Jangan sampai anda menyerahkan pada sesama makhluk, tetapi serahkan padaNya, bukan lainNya. Engkau bermuamalah denganNya dan bagiNya, bukan bagi yang lain.

Anak muridku….
Kefahaman teoritis dan ucapan, tetapi tidak disertai amal qalbu, membuat anda tidak bisa melangkah kepada Allah Ta’ala, walau pun selangkah. Perjalanan adalah perjalanan Qalbu. Kedekatan adalah kedekatan rahasia qalbu. Amal sesungguhnya adalah amal hakiki disertai disiplin pada aturan syar’y dalam gerak fisik badan kita, dan Tawadlu (rendah hati) kepada Allah azza wa-Jalla dan kepada para hambaNya.

Siapa yang mengukur dirinya dengan hasrat diri sendiri, maka tidak akan dapatkan ukuran benar. Siapa yang memamerkan amalnya pada makhluk, bukanlah disebut amal. Amal sesungguhnya justru tersembunyi, kecuali hal-hal yang fardlu, yang harus ditampakkan. Dan anda telah sembrono dalam melangkahkan jejak asas jiwa anda. Tentu tidak ada manfaatnya manfaatnya anda membangun sesuatu di atasnya, karena bangunan akan roboh.

Fondasi amal adalah Tauhid dan Ikhlas. Siapa yang tidak berpijak pada Tauhid dan Ikhlas, tidak akan meraih amal. Kokohkan asas fondasi amal anda dengan Tauhid dan Ikhlas, lalu bangunlah amal itu dengan Daya Allah Azza wa-Jalla, bukan dengan kekuatan dan dayamu. Tangan Tauhid adalah penegak, bukan tangan syirik dan kemunafikan. Orang yang bertauhid adalah yang mampu meninggikan derajat amalnya, bukan pada orang munafik.

Ya Allah jauhkan diri kami dari kemunafikan dalam seluruh tingkah kami. Dan berikan kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat, dan lindungi kami dari azab neraka.